Jakarta, landbank.co.id– Daftar lima bank penyalur kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan rumah (KPR FLPP) atau KPR subsidi Januari-Maret 2026 didominasi oleh bank milik negara dan anak usahanya.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), kelima bank penyalur KPR subsidi terbesar itu mencakup PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di posisi teratas.
Lalu, penyalur kedua terbesar KPR subsidi ditempati oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN), anak usaha BTN.
Kemudian, di peringkat ketiga diduduki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
Baca juga: BTN Kuasai 70,23 Persen KPR FLPP 2025
Selain itu, urutan keempat dan kelima masing-masing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (daftar lengkap lihat halaman 2)
Peringkat ketiga hingga kelima penyalur KPR FLPP itu mirip dengan BTN, yakni sama-sama anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Dominasi BTN
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, BTN menyalurkan KPR FLPP sebanyak 21.186 unit atau senilai Rp2,64 triliun.
Pangsa pasar BTN dari sisi unit sebesar 51,57 persen dari total unit yang disakurkan oleh 36 bank per akhir Maret 2026 yang menyentuh sekitar41.084 unit.
Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026
Dari sisi nilai, pangsa pasar KPR FLPP BTN sebesar 51,69 persen dari total penyaluran nasional yang sebesar Rp5,11 triliun.
Dalam menyalurkan KPR FLPP periode Januari-Maret 2026, BTN menggandeng 3.392 pengembang properti, sedangkan rumah yang mendapat subsidi tersebar di 4.242 perumahan yang ada di 304 kabupaten dan kota dari 32 provinsi.
Dominasi BTN juga terjadi pada rentang Januari-Maret 2025. Ketika itu, bank yang berdiri sejak 9 Februari 1950 itu menyalurkan pembiayaan sebanyak 29.485 rumah subsidi senilai Rp3,66 triliun dengan pangsa pasar masing-masing 54,73 persen dan 54,90 persen.
Raihan bank yang awalnya bernama Bank Tabungan Pos itu berkat menggandeng 3.456 pengembang properti. Rumah subsidi yang dibiayai BTN pada Januari-Maret 2025 tersebar di 4.573 perumahan di 311 kabupaten dan kota dari 31 provinsi.
Baca juga: Satu Tahun Prabowo, Himbara Dominasi Rumah Subsidi
Masih mengutip data BP Tapera, realisasi penyaluran KPR FLPP BTN pada periode Januari-Maret 2026 bila disandingkan dengan periode sama 2024 terlihat menurun sekitar 28 persen dari sisi unit, yakni dari 29.485 rumah subsidi menjadi 21.186 unit.





