Penurunan realisasi penyaluran KPR subsidi BTN juga terlihat dari sisi nilai, yakni sekitar 28 persen menjadi senilai Rp2,64 triliun dari semula Rp3,66 triliun
Realisasi penyaluran KPR FLPP BTN tersebut merupakan pembiayaan berskema konvensional, sedangkan untuk skema syariah dilakukan melalui anak usaha, yakni BSN.
Karena itu, realisasi penyaluran KPR FLPP BTN periode Januari-Maret 2026 akan lebih besar bila digabungkan dengan BSN.
Dalam rentang waktu itu BSN menyalurkan sebanyak 8.283 rumah subsidi senilai Rp1,01 triliun dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 20,16 persen dan 19,85 persen.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN dan anak usaha mencapai sebanyak 29.469 unit senilai Rp3,66 triliun, sedangkan pangsa pasarnya masing-masing 71,73 persen dan 71,54 persen.
Baca juga: Salurkan FLPP 2025, BTN Gandeng 6.542 Pengembang Properti
Sementara itu, manajemen BTN menyatakan bahwa pihaknya menyalurkan KPR sejak tahun 1976.
Khusus KPR subsidi, per kuartal pertama 2026 naik sebesar Rp13,85 triliun atau sekitar 7,7 persen dibandingkan dengan periode sama 2024 year on year (yoy), yakni dari Rp179,70 triliun menjadi Rp193,55 triliun.
Lalu, untuk segmen KPR nonsubsidi, naik sekitar Rp5,75 triliun atau naik 5,4 persen yoy menjadi Rp112,56 triliun dari semula Rp106,81 triliun.
Baca juga: Rumah Subsidi BNI Tersebar di 285 Kota
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dengan menyalurkan KPR bagi jutaan keluarga Indonesia membuat kinerja Perseroan makin positif.
Per kuartal I/2026, BTN mengantongi laba bersih senilai Rp1,1 triliun atau melesat 22,6 persen yoy bila dibandingkan dengan periode sama 2024 yang senilai Rp904 miliar.
Daftar 5 Bank Penyalur FLPP Terbesar (Januari-Maret)
No Bank 2025 (unit) 2026 (unit)
1 Bank Tabungan Negara 29.485 21.186
2 Bank Syariah Nasional 11.655 8.283
3 Bank Negara Indonesia 2.623 3.453
4 Bank Rakyat Indonesia 2.779 2.895
5 Bank Mandiri 1.520 2.143
Baca juga: Pangsa Pasar KPR FLPP BTN Membesar
Sumber: BP Tapera, 31 Maret 2026
(*)





