Kentanix Raih Penjualan Rumah Rp10 Miliar

PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) mengantongi sekitar Rp10,21 miliar dari penjualan rumah hunian sepanjang kuartal pertama 2026/foto: capture ksix

Jakarta, landbank.co.id– PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) mengantongi sekitar Rp10,21 miliar dari penjualan rumah hunian sepanjang kuartal pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan rumah hunian merupakan kontributor utama terhadap total pendapatan PT Kentanix Supra International Tbk dengan porsi 99 persen.

Bacaan Lainnya

Penyumbang lain terhadap total pendapatan PT Kentanix Supra International Tbk pada tiga bulan pertama 2026 adalah dari bisnis wahana air, yakni sekitar Rp905,00 juta.

Pada periode sama 2025, kontribusi penjualan rumah hunian sekitar 98 persen terhadap total pendapatan emiten berkode saham KSIX di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu. Sisanya, dari pendapatan wahana air.

Sepanjang Januari-Maret 2026, pendapatan KSIX tercatat senilai Rp11,11 miliar, lebih rendah sekitar 71 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025 yang sebesar Rp37,90 miliar.

Baca juga: Ini Harga Rumah yang Paling Digemari Konsumen 2026

Menurut manajemen Kentanix, prospek usaha properti di Indonesia diperkirakan tetap menjanjikan dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun menghadapi tantangan makro ekonomi seperti fluktuasi suku bunga, tekanan daya beli masyarakat, dan ketatnya persaingan di sektor residensial.

Permintaan properti terutama pada segmen menengah dan menengah ke bawah diprediksi tetap menjanjikan, seiring meningkatnya kebutuhan hunian yang terjangkau, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan.

Perseroan memiliki posisi yang strategis dalam menghadapi prospek ini. Perseroan fokus pada pengembangan rumah tapak (landed house) dengan harga terjangkau bagi segmen menengah, yang merupakan pasar dengan permintaan relatif stabil.

Selain itu, strategi Perseroan yang mencakup perluasan kawasan, efisiensi operasional, pengawasan cashflow yang ketat, dan kerja sama dengan perbankan memungkinkan Kentanix untuk tetap adaptif terhadap kondisi pasar dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan proyek baru yang sedang dipersiapkan di desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang (Semplak), Bogor, serta fokus pada produk yang sesuai dengan kemampuan pasar, Perseroan optimistis dapat memanfaatkan peluang yang ada dan terus memperkuat posisi di sektor properti residensial.

Baca juga: Penjualan Rumah Turun, Ini Tantangannya

“Pendekatan ini tidak hanya mendukung stabilitas keuangan Perseroan, tetapi juga memastikan bahwa Kentanix dapat menghadirkan hunian berkualitas dengan harga terjangkau bagi konsumen di segmen targetnya,” urai Ferdinand Aryanto, direktur utama PT Kentanix Supra International Tbk, dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

 

Tantangan Penjualan

Sementara itu, hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) menyatakan bahwa terjadi penurunan penjualan rumah pada triwulan pertama 2026.

Menurut Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe menengah meningkat, sedangkan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan besar belum kuat.

Baca juga: Tradisi Penjualan Rumah Kuartal Pertama Jabodebek Banten, Omzet Rp2 Triliun

Pos terkait