Jakarta, landbank.co.id– Pengembang properti PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) mengantongi penjualan rumah subsidi Rp9,13 miliar sepanjang Januari-Maret 2026.
Torehan emiten berkode saham KOCI di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu lebih rendah sekitar 53 persen dibandingkan dengan penjualan rumah subsidi periode sama 2025 yang sebesar Rp19,42 miliar.
Penjualan rumah subsidi menyumbang sekitar 95 persen terhadap total pendapatan KOCI pada tiga bulan pertama 2026 yang menyentuh sekitar Rp9,66 miliar.
Kontributor lain terhadap pendapatan KOCI pada kuartal pertama 2026 masing-masing dari rumah nonsubsidi sekitar Rp245,00 juta dan jasa konstruksi Rp284,26 juta.
Baca juga: Menteri PKP Dorong Target FLPP 2026 Lampaui Sasaran
Di sisi lain, laba bersih KOCI per akhir Maret 2026 tercatat Rp1,35 miliar, sedangkan pada periode yang sama 2025 senilai Rp6,47 miliar.
Fokus MBR
Menurut Kan Eddy, direktur utama PT Kokoh Exa Nusantara Tbk, pihaknya memandang prospek usaha tetap terbuka, sejalan dengan kebutuhan hunian yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor perumahan.
“Segmen perumahan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masih menjadi fokus utama Perseroan mengingat karakteristik permintaan yang relatif stabil,” kata Edy dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.
Baca juga: Sembilan Emiten Bank di Barisan Depan Rumah Subsidi
Dia menegaskan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan pipeline proyek yang tersedia, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen pada 2026.
Realisasi target itu, jelasnya, diharapkan dapat didukung oleh penguatan program pemasaran, termasuk melalui skema Konsumen Membantu Konsumen (KMK), serta kerja sama join visit dengan lembaga perbankan guna memperluas kemudahan akses pembiayaan bagi calon pembeli.





