Jakarta, landbank.co.id– Realisasi kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) periode Januari-Mei 2026 terlihat turun sekitar 34 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dalam lima bulan 2026, realisasi KPR FLPP sebanyak 64.688 rumah subsidi senilai Rp8,40 triliun.
Sebaliknya, pada periode yang sama 2025, realisasi KPR FLPP tercatat sebanyak 97.874 rumah subsidi setara sekitar Rp12,12 triliun.
Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026
Sepanjang Januari-Mei 2026, 64.688 rumah subsidi yang mendapat kucuran KPR FLPP tersebar di 8.393 perumahan yang dibangun oleh 7.118 pengembang properti.
Perumahan yang dibangun oleh para pengembang dari 21 asosiasi developer itu tersebar di 372 kabupaten dan kota dari 33 provinsi.
Masih mengutip data BP Tapera, penyaluran KPR FLPP sepanjang Januari-Mei 2026 melibatkan 36 bank penyalur.
Baca juga: Realisasi KPR FLPP Bank Mandiri Melejit 41 Persen
Sebanyak 44,80 persen realisasi KPR FLPP per akhir Mei 2026 atau sebanyak 28.978 unit disalurkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Bank pelat merah itu menyalurkan KPR FLPP senilai Rp3,61 triliun.
Bila BTN menempati peringkat pertama penyaluran KPR FLPP Januari-Mei 2026, anak usahanya, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN) berada di urutan kedua.
BSN menyalurkan KPR FLPP senilai Rp1,98 triliun untuk membiayai sebanyak 16.116 rumah subsidi atau sebesar 24,91 persen dari total realisasi secara nasional.
Baca juga: Realisasi KPR FLPP Tahun 2025 Tembus 278 Ribu
Di peringkat ketiga terbesar ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang menyalurkan senilai Rp777,85 miliar untuk 6.253 unit setara dengan pangsa pasar sebesar 9,67 persen.





