Jakarta, landbank.co.id– PT Bank Syariah Nasional (BSN) terus melenggang membiayai kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama.
Khusus untuk kredit pemilikan rumah (KPR) berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), sepanjang lima tahun terakhir, 2021-2025, BSN menyalurkan Rp20,59 triliun setara untuk 176.501 rumah subsidi.
BSN yang merupakan anak usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi raja penyaluran KPR FLPP untuk segmen syariah.
Bila segmen syariah digabung dengan skema konvensional, penyaluran KPR FLPP pada periode itu bertengger di posisi kedua, sedangkan posisi pertama ditempati oleh BTN.
Baca juga: Maruarar Sirait Sebut BSN Berpotensi Jadi Motor Pembiayaan Perumahan Nasional
Rajinnya BSN menyalurkan KPR FLPP yang berada di bawah naungan Badan Pengeloa Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus bergulir pada 2026.
Lantas, segmen usia berapa yang menggemari KPR FLPP BSN?
Mengutip data BP Tapera, dalam rentang Januari-April 2026, BSN merealisasikan KPR FLPP senilai Rp1,57 triliun untuk 12.777 rumah subsidi di seluruh Indonesia.
Sekalipun nilai dan unit yang dibiayai menurun bila dibandingkan dengan realisasi KPR FLPP periode yang sama 2025, pangsa pasar BSN justru menggelembung.
Baca juga: Fakta Gen Z Menggemari Rumah Subsidi
Maklum, per akhir April 2025, pangsa pasar BSN masih di posisi 20,51 persen, namun pada periode sama 2026 melejit ke level 23,46 persen alias terbesar kedua dari 36 penyalur KPR FLPP.
Digemari Usia Muda
Masih mengutip data BP Tapera, pada periode Januari-April 2026, BSN merealisasikan KPR FLPP syariah sebanyak 12.777 rumah subsidi senilai Rp1,57 triliun.
Rumah subsidi yang diguyur oleh KPR FLPP BSN itu tersebar di 180 kabupaten dan kota dari 23 provinsi di Indonesia.
Baca juga: Bank Penyalur FLPP Terbesar Ketiga Mau Bagi Dividen Tunai Rp52 Triliun
Dalam rentang waktu itu BSN menggandeng 1.826 pengembang properti yang membangun 2.374 perumahan. Mereka berasal dari 19 asosiasi developer.





