Jakarta, landbank.co.id– Jumlah Ultra-high-net-worth individual (UHNWI) alias miliader dengan kekayaan lebih dari US$30 juta atau lebih dari Rp510 miliar (dengan asumsi kurs Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat) terus merangkak naik dalam lima tahun terakhir, yakni rentang 2021-2026.
Mengutip The Wealth Report 2026 besutan Knight Frank, peningkatan jumlah orang kaya bergulir di banyak negara, termasuk di Indonesia.
Menurut laporan tersebut jumlah pemilik rekening gendut di Indonesia pada 2021 sebanyak 2.805 orang, namun pada 2026 ditaksir menyentuh 3.833 orang.
Bahkan, masih mengutip The Wealth Report 2026, jumlah orang kaya Indonesia diprediksi menjadi 6.966 orang pada 2031.
“Pertumbuhan UHNWI global selama lima tahun ke depan tidak dipimpin oleh negara-negara yang biasa kita kenal, tetapi oleh ekonomi yang berkembang pesat,” dilansir laporan itu, Rabu 13 Mei 2026.
Indonesia menduduki peringkat teratas dari sisi pertumbuhan orang tajir, yakni sekitar 82 persen pada 2031, diikuti oleh Arab Saudi dan Polandia yang masing-masing bertumbuh sekitar 60 persen.
Lalu, Vietnam dengan pertumbuhan hampir 60 persen yang sekaligus menggarisbawahi kecepatan pembentukan pusat-pusat kekayaan baru di seluruh Asia Tenggara.
Amerika Serikat Dominan
Sementara itu, antara tahun 2021 hingga 2026, populasi global UHNWI meningkat dari 551.435 menjadi 713.626.
Angka itu setara dengan penambahan 162.191 UHNWI baru dalam lima tahun atau sekitar 89 orang per hari.
Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Indonesia Terbaru, Prajogo Pangestu Melejit
Mengutip The Wealth Report 2026, dari semua UHNWI yang baru muncul selama periode tersebut, sebanyak 41 persen tercipta di Amerika Serikat (AS), yang mencerminkan skala, kedalaman, dan kekuatan penghasil modal ekonomi negara tersebut.
Akibatnya, pangsa AS dalam jumlah UHNWI global meningkat secara stabil dari 33 persen pada 2021 menjadi 35 persen 2026.





