Jakarta, landbank.co.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan Bank Syariah Nasional (BSN) memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pembiayaan perumahan nasional, khususnya pada sektor rumah subsidi dan rumah susun.
Hal tersebut didukung oleh posisi BSN sebagai bank syariah terbesar kedua berdasarkan aset serta fokus bisnis perusahaan pada pembiayaan perumahan.
Berdasarkan data kinerja periode Januari hingga April 2026, BSN telah merealisasikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit.
Menteri PKP menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor swasta guna mempercepat realisasi program perumahan nasional yang menjadi salah satu visi utama Presiden Prabowo Subianto.
“Visi Presiden Prabowo adalah membangun rumah susun subsidi di perkotaan, aturannya juga sedang dibuat dan saya ingin disosialisasikan dan digolkan dengan adanya partisipasi BSN,” ujar Maruarar Sirait dalam keterangan resminya yang diterima landbank.co.id Kamis, 14 Mei 2026.
Melihat hal tersebut, Menteri PKP mendorong BSN untuk memperkuat dukungan terhadap program rumah susun subsidi serta pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan.
“Untuk rumah tapak, BSN saya beri nilai 9 dan untuk rumah susun kalau bisa saya beri nilai 9 juga untuk tahun ini dengan cara BSN dapat merekrut orang-orang yang berkompeten, cepat, loyal dan efektif terhadap program rumah susun ini. Tentunya dengan semangat dan kerja keras,” imbuhnya.
Selain itu, BSN juga menargetkan pengajuan KUR perumahan sebesar Rp500 miliar kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Proses administrasi ditargetkan selesai paling lambat dalam dua bulan ke depan.
Menteri PKP menegaskan bahwa percepatan program perumahan membutuhkan pola kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil agar target pembangunan perumahan nasional dapat tercapai tepat sasaran.
“Saya mengembangkan Governmentpreuner di kementerian saya dengan menggabungkan pemerintah dan swasta dalam hal kecepatan dan efisiensi karena saya juga punya tanggung jawab kepada Presiden Prabowo untuk memastikan program berjalan dengan baik,” ujar Menteri PKP.
Sementara itu, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan dukungan penuh terhadap program perumahan pemerintah serta komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat.
“Minat masyarakat terhadap perumahan cukup besar dan sangat kelihatan core fokusnya BSN ini pada FLPP. Kami mendukung program perumahan yang menjadi visi Bapak Presiden Prabowo,” ujar Alex Sofjan Noor.
Menurutnya, BSN juga tengah menyiapkan sejumlah inovasi untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
“Untuk inovasi kami akan menggandeng ekosistem perumahan, memperkuat kolaborasi dengan developer, mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif dan mengembangkan digitalisasi produk dan layanan,” katanya.
(*)





