Jakarta, landbank.co.id– Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat alokasi kuota rumah subsidi berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 50 ribu unit pada 2026.
Mengutip laman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sebagai bagian dari upaya mengurangi backlog kepemilikan rumah di Jawa Tengah yang mencapai sekitar 774.000 unit, pemerintah mengalokasikan sebanyak 50 ribu unit FLPP untuk Provinsi tersebut sesuai permintaan Gubernur Jawa Tengah.
“Rumah subsidi ini harus benar-benar dapat dinikmati masyarakat kecil seperti ART (asisten rumah tangga), buruh, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah lainnya. Karena itu pemerintah terus memperkuat pembiayaan perumahan agar semakin mudah diakses masyarakat,” tutur Menteri PKP Maruarar Sirait dikutip dari laman PKP, Minggu, 17 Mei 2026.
Selain rumah tapak subsidi, Kementerian PKP juga mendorong pembangunan rumah susun subsidi alias rusun subsidi di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang memiliki tingkat kepadatan tinggi dan keterbatasan lahan.
Baca juga: Kementerian PKP Gandeng BPK dan BPKP Perkuat Tata Kelola Program BSPS
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Kementerian PKP dalam pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat di Jawa Tengah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena kebutuhan papan atau perumahan masyarakat Jawa Tengah mendapat perhatian dari Kementerian PKP. Dalam membangun Jawa Tengah dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar masyarakat bisa memiliki rumah yang layak,” kata Gubernur dikutip dari laman PKP.
Mengutip laman Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pada 2025, realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP di Jateng mencapai sebanyak sebanyak 24.470 unit senilai Rp2,92 triliun.
Realisasi KPR FLPP di Jateng tumbuh sekitar 69 persen dari sisi unit, sedangkan dari sisi nilai naik sekitar 72 persen bila disandingkan dengan tahun 2024.
Baca juga: Menteri PKP Dorong Penyaluran FLPP di Jawa Barat
Jawa Tengah menjadi provinsi terbesar kedua dalam realisasi KPR FLPP tahun 2025. Ketika itu, provinsi terbesar ditmmpati Jawa Barat (Jabar) sebanyak 62.591 unit setara Rp7,85 triliun.
Untuk periode Januari-Maret 2026, realisasi KPR FLPP di Jateng menyentuh sebanyak 3.370 unit atau setara sekitar Rp402,27 miliar.





