Empat Bulan 2026, Realisasi KPR FLPP Sentuh 16 Persen

Sepanjang Januari-April 2026, realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) menyentuh 54.467 rumah subsidi/foto: tapera.go.id

Jakarta, landbank.co.id– Sepanjang Januari-April 2026, realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) menyentuh 54.467 rumah subsidi.

Pembiayaan rumah subsidi itu lebih rendah sekitar 34,29 persen bila disandingkan dengan realisasi KPR FLPP pada periode sama 2025 yang sebanyak 82.886 unit.

Bacaan Lainnya

Realisasi sepanjang empat bulan pertama 2026 itu setara dengan sekitar 16 persen dari target KPR FLPP tahun ini yang sebesar 350 ribu rumah subsidi.

Per akhir April 2026, penyaluran subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di bawah naungan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) itu setara dengan senilai Rp 6,77 triliun.

Baca juga: Tiga Bulan 2026, 41.084 Rumah Subsidi Menggerojok 357 Kota

Angka tersebut lebih rendah sekitar 34 persen bila disandingkan dengan realisasi Januari-April 2025 yang sebesar Rp10,26 triliun.

Mengutip data BP Tapera, realisasi penyaluran KPR FLPP Januari-April 2026 menjangkau 368 kabupaten dan kota dari 33 provinsi di Indonesia.

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi wilayah terbanyak dalam penyerapan pembiayaan subsidi, yakni sebanyak 3.054 unit setara Rp409,81 miliar.

Lalu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menempati urutan kedua terbanyak, yakni 2.355 unit senilai Rp315,70 miliar, sedangkan Kabupaten Karawang di posisi ketiga terbesar dengan penyerapan 1.606 unit setara Rp192,93 miliar.

Baca juga: Bank Penyalur FLPP Terbesar Ketiga Mau Bagi Dividen Tunai Rp52 Triliun

Dalam menyalurkan subsidi sepanjang Januari-April 2026, BP Tapera menggandeng 36 bank penyalur yang mencakup bank milik negara, bank pembangunan daerah (BPD), dan bank swasta.

Pos terkait