Jakarta, landbank.co.id– Skema kredit pemilikan rumah (KPR) masih mendominasi pembiayaan konsumen dalam membeli residensial sepanjang Januari-Maret 2026.
Sekalipun pola KPR masih dominan, porsi pembelian secara tunai terus meningkat pada tiga bulan pertama 2026 disandingkan dengan periode yang sama 2025.
““Dari sisi konsumen, sebagian besar pembelian rumah primer dilakukan melalui KPR dengan pangsa sebesar 69,87 persen dari total skema pembelian,” jelas Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dikutip dari laman BI, baru-baru ini.
Pernyataan Ramdan itu merujuk pada temuan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) triwulan pertama 2026.
“Sementara itu, pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa sebesar 19,61 persen dan 10,53 persen,” papar Ramdan.
Baca juga: KPR BCA Tembus Rp142 Triliun, Ada FLPP Swasta
Porsi pemanfaatan KPR sebagai pembiayaan dalam pembelian rumah primer per akhir Maret 2026 lebih kecil jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025.
Mengutip SHPR BI, pada triwulan pertama 2025, porsi KPR masih bertengger di angka 70,68 persen.
Sebaliknya, porsi pembelian secara tunai justru meningkat. Maklum, pada triwulan pertama 2025, porsi pembelian tunai sebesar 9,79 persen.
Begitu juga dengan porsi pembelian secara tunai bertahap, jumlahnya naik. Pada triwulan pertama 2025, porsi pembelian tunai bertahap sebesar 19,53 persen.
Nilai KPR
Sementara itu, temuan SHPR BI memerlihatkan bahwa pada triwulan I 2026, total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 4,79 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan 7,05 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Baca juga: Porsi Pembelian Rumah Secara Tunai Membesar
Secara triwulanan, nilai KPR tumbuh sebesar 0,37 persen (quarter to quarter/qtq), melambat dibandingkan 1,72 persen (qtq) pada triwulan IV 2025.
Denyut pertumbuhan nilai KPR terekam dalam penyaluran kredit PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang dikenal getol dalam pembiayaan perumahan.





