Jakarta, landbank.co.id– PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland mengoleksi penjualan tanah dan bangunan atau penjualan rumah senilai Rp185,79 miliar pada kuartal pertama 2026.
Pada periode yang sama 2025, mengutip laporan keuangan PT Metropolitan Land Tbk, emiten properti berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus penjualan rumah Rp94,90 miliar.
Torehan penjualan rumah PT Metropolitan Land Tbk dalam kedua periode itu bila disandingkan memerlihatkan pertumbuhan sekitar 96 persen.
Melejitnya penjualan rumah itu pararel dengan optimisme manajemen Perseroan dalam melakoni tahun 2026.
“Memasuki tahun 2026, Perseroan memandang prospek usaha tetap terbuka dengan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan, seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan kawasan terintegrasi serta perkembangan aktivitas komersial dan hospitality,” urai Anhar Sudradjat, presiden direktur PT Metropolitan Land Tbk dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.
Baca juga: Metropolitan Land Bungkus Laba Bersih Rp413 Miliar
Di lini bisnis hotel (hospitality), mengutip laporan keuangan Metland, Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 14 persen selama Januari-Maret 2026, yakni menjadi Rp31,82 miliar.
Maklum, sepanjang tiga bulan pertama 2025, pendapatan bisnis hotel pemilik Hotel Metland Smara Kertajati ini masih bertengger di level Rp28,37 miliar.
Di bagian lain, pendapatan sewa ruangan Metland relatif stabil sepanjang tiga bulan pertama 2026, yakni sebesar Rp63,05 miliar, sedangkan pada periode yang sama 2025, pendapatan sewa ruangan pemilik Metropolitan Mall Bekasi ini tercatat senilai Rp62,52 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan Metland pada kuartal pertama 2026 juga relatif stabil bila dibandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari Rp365,50 miliar menjadi Rp362,14 miliar.
Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MTLA turun sekitar 17 persen pada Januari-Maret 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.
Baca juga: Bisnis Hotel, Metland Bakal Punya Delapan
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada kuartal pertama 2026, laba bersih MTLA senilai Rp62,17 miliar, sedangkan per akhir Maret 2025 sebesar Rp75,31 miliar.
Strategi 2026
Sementara itu, manajemen Metland menyatakan bahwa di tengah dinamika eksternal, Perseroan tetap menempatkan ketahanan usaha sebagai prioritas utama dengan mengelola berbagai faktor seperti perubahan kondisi ekonomi, tingkat persaingan, tuntutan efisiensi, serta ekspektasi pemangku kepentingan secara cermat dan terukur.





