Pada 2025, realisasi KPR FLPP tercatat sebanyak 278.868 rumah subsidi, sedangkan untuk tahun ini targetnya sebanyak 350 ribu unit.
Integrasi Data
Sementara itu, Direktur Teknologi dan Informasi BP Tapera, Achmad Rinaldi Hidayat, menyampaikan bahwa saat ini proses verifikasi penerima subsidi perumahan telah dilakukan melalui berbagai integrasi data, antara lain validasi identitas melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Lalu, validasi NPWP melalui Direktorat Jenderal Pajak, verifikasi penerima bantuan FLPP, serta bantuan pembiayaan perumahan lainnya.
Ke depan, integrasi dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (DTSEN BPS) akan semakin melengkapi proses verifikasi melalui informasi backlog kepemilikan rumah, desil nasional, dan kepemilikan aset rumah.
Baca juga: Empat Bulan 2026, Realisasi KPR FLPP Sentuh 16 Persen
“Dengan semakin lengkapnya integrasi data yang dimiliki BP Tapera, proses verifikasi calon penerima rumah subsidi dapat dilakukan secara lebih komprehensif sehingga bantuan pembiayaan perumahan dapat benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” jelas Achmad, dikutip dari laman BP Tapera.
BP Tapera juga telah membuka akses data penerima FLPP kepada BPS melalui mekanisme Application Programming Interface (API) sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah berjalan.
Di sisi lain, BPS akan menyiapkan API pengujian Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon penerima FLPP terhadap DTSEN yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.
Asy-syaja’ul Haqqul Amin dari Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, menyampaikan bahwa pemanfaatan DTSEN dalam program pembiayaan perumahan merupakan bentuk dukungan BPS dalam menyediakan data sosial dan ekonomi yang terintegrasi untuk mendukung kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran.
Baca juga: Tiga Asosiasi Ini Mendominasi KPR FLPP 2026
“Melalui pemanfaatan DTSEN, kami berharap proses identifikasi calon penerima FLPP dapat dilakukan secara lebih akurat berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung efektivitas program perumahan nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” kata dia.
(*)





