TOD Manggarai Kantongi Ribuan Peminat

Konsep hunian berbasis TOD, termasuk TOD Manggarai, Jakarta semakin relevan bagi Indonesia karena mengintegrasikan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi/foto: kci.id

Jakarta, landbank.co.id– Proyek pengembangan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) Manggarai, Jakarta Selatan diklaim telah mengantongi ribuan peminat.

TOD Manggarai merupakan kolaborasi dua badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Kereta Api Indonesia (Perseroa) (KAI) selaku pemilik lahan dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), penyedia pembiayaan.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, BTN dan KAI juga telah mengantongi sekitar ribuan calon peminat awal untuk proyek TOD Manggarai yang akan diverifikasi secara bertahap sebagai bagian dari pengelolaan basis data permintaan hunian,” dikutip dari laman BTN, Senin, 25 Mei 2026.

Tahap awal, proyek hasil sinergi KAI dan BTN ini rencananya dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare dengan kapasitas tiga menara (tower).

Lokasi yang direncanakan untuk proyek ini meliputi kawasan Stasiun Manggarai Blok G dan F Jakarta dengan potensi sekitar 2.200 unit hunian vertikal.

Baca juga: Ada Potensi TOD MBR di Bandung

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan, konsep hunian berbasis TOD menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena mampu menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi dalam satu kawasan terintegrasi.

“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep Transit Oriented Development atau TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,” kata dia.

Menurut Nixon, banyak pekerja di Jakarta yang masih tinggal jauh dari pusat kota sehingga biaya transportasi dapat mencapai 20 persen hingga 25 persen dari penghasilan bulanan.

Karena itu, pengembangan hunian vertikal di pusat kota dinilai dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat urban.

Baca juga: 18 Tower untuk Rusun Subsidi MBR Perkotaan

Selain itu, lanjut Nixon, pengembangan kawasan stasiun sebagai pusat hunian dan aktivitas ekonomi juga telah menjadi tren di berbagai negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Model tersebut dinilai mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih efisien, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

 

Pusat Bisnis Baru

Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan bahwa proyek tersebut menggabungkan konsep hunian terjangkau, kawasan TOD, dan pengembangan pusat bisnis baru di Jakarta.

“Kita menggabungkan tiga hal sebenarnya. Satu adalah perumahan vertikal yang harganya terjangkau, yang merupakan bagian dari program penting dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yang kedua adalah kita merealisasikan konsep TOD, Transit Oriented Development,” ujar dia.

Baca juga: Tiga Proyek TOD Ini Dukung Program Tiga Juta Rumah

Menurut Bobby, kawasan Manggarai memiliki total area sekitar 62 hektare yang akan dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi yang mencakup hunian, area komersial, kawasan bisnis, fasilitas olah raga, hingga area leisure.

“Yang ketiga, kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektar yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,” jelas Bobby.

Pos terkait