Tiga Asosiasi Ini Mendominasi KPR FLPP 2026

Tiga asosiasi pengembang properti mendominasi realisasi penyaluran subsidi KPR FLPP sepanjang Januari-April 2026/foto: sikumbang tapera

Jakarta, landbank.co.id– Tiga asosiasi pengembang properti mendominasi penyaluran kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) sepanjang Januari-April 2026.

Ketiga asosiasi pengembang properti yang mendominasi KPR FLPP itu mencakup Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Perumahan Rakyat (Himperra).

Bacaan Lainnya

Sepanjang empat bulan pertama 2026, REI menjadi asosiasi pengembang yang mengoleksi KPR FLPP terbesar, yakni sebanyak 22.852 rumah subsidi senilai Rp2,84 triliun.

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pangsa pasar REI dari sisi unit dan nilai masing-masing 41,96 persen dan 41,93 persen.

Baca juga: Menteri PKP Dorong Target FLPP 2026 Lampaui Sasaran

Secara nasional, total realisasi penyaluran KPR FLPP sepanjang Januari-April 2026 sebanyak 54.467 unit senilai Rp6,77 triliun.

Per akhir April 2026, REI mengerahkan 2.238 pengembang properti untuk menyerap KPR FLPP yang tersebar di 3.201 perumahan.

Anggota asosiasi pengembang paling senior di Indonesia itu membangun perumahan di 313 kabupaten dan kota dari 33 provinsi di Indonesia.

Bila disandingkan dengan penyerapan REI sepanjang Januari-April 2025, realisasi empat bulan pertama tahun ini terlihat lebih rendah sekitar 35 dari sisi unit dan lebih kecil sekitar 34 persen dari sisi nilai.

Baca juga: Empat Bulan 2026, Realisasi KPR FLPP Sentuh 16 Persen

Maklum, dalam rentang Januari-April 2025, REI menyerap sebanyak 34.899 rumah subsidi atau setara dengan sekitar Rp4,32 triliun.

 

Kedua dan Ketiga

Posisi kedua terbesar ditempati oleh Apersi. Asosiasi ini menyerap sebanyak 15.992 rumah subsidi atau setara sekitar Rp2,00 triliun.

Pos terkait