Penjualan Rumah Subsidi KOCI Tembus Rp9 Miliar

Pengembang properti PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) mengantongi penjualan rumah subsidi  Rp9,13 miliar sepanjang Januari-Maret 2026/foto: capture koci

Tahun 2025, pendapatan KOCI mencapai sekitar Rp68,50 miliar dengan laba bersih Rp19,41 miliar, sedangkan pada 2024 sebesar Rp72,59 miliar dengan laba bersih Rp20,89 miliar.

Pada 2025, perusahaan yang didirikan tahun 2019 ini merupakan penjual rumah subsidi ketiga terbesar di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pengembang tersebut menyerap kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) sebesar Rp37,89 miliar setara untuk 318 rumah subsidi.

Setahun sebelumnya, Kokoh Exa Nusantara mendapat KPR FLPP senilai Rp20,22 miliar untuk 178 rumah subsidi. Tahun 2024, pengembang ini menempati urutan keenam di Jawa Timur.

Baca juga: Realisasi KPR FLPP Tahun 2025 Tembus 278 Ribu

KPR FLPP merupakan dukungan pemerintah terhadap MBR untuk mendapatkan rumah pertama dengan suku bunga tetap sebesar 5 persen selama masa kredit yang maksimal mencapai 20 tahun.

Tahun 2025, realisasi KPR FLPP secara nasional mencapai 278.868 unit, sedangkan target tahun 2026 sebanyak 350 ribu  rumah subsidi.

Sementara itu, hingga kuartal pertama 2026, KOCI mengembangkan proyek perumahan Kokoh City di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Sejak akad dan serah terima rumah subsidi Tahap Pertama Cluster Madura pada 2020, KOCI telah menggulirkan sembilan cluster.

Kesembilan tahap itu mencakup Cluster Madura, Cluster Bali, Cluster Lombok, Cluster Sumba, Cluster Sumbawa, Cluster Nias, Cluster Bawean, Cluster Halmahera, dan Cluster Flores.

Baca juga: Empat Bulan 2026, Realisasi KPR FLPP Sentuh 16 Persen

Tahun 2026, Kokoh Exa Nusantara menyiapkan pengembangan tahap ke-10.

Per akhir Maret 2026, para pemegang saham KOCI terdiri atas PT Exa Nusa Persada sebesar 49,33 persen, dan PT Kokoh Anugerah Nusantara 29,60 persen.

Selain itu, para pemegang saham lainnya adalah Isack Utomo 4,91 persen, Hokky Handojo 2,68 persen, Pieter Hadi Soetardji 1,85 persen, dan masyarakat 11,63 persen.

Baca juga: Nusantara Almazia Kantongi Penjualan Rumah Rp52 Miliar

 

(*)

Pos terkait