Jakarta, landbank.co.id– Manajemen PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) membidik tingkat hunian (okupansi) pusat perbelanjaan atau mal menyentuh sebesar 70 persen pada 2026.
Guna mencapai target tersebut pemilik pusat perbelanjaan modern Fairway Nine Mall, Surabaya barat, Jawa Timur ini menyiapkan sejumlah strategi.
“Target okupansi mall sebesar 70 persen pada akhir tahun 2026,” jelas manajemen PT Bukit Darmo Property Tbk, dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.
Menurut manajemen emiten berkode saham BKDP di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, peningkatan tingkat okupansi Fairway Nine Mall dilakukan melalui strategi perubahan konsep menjadi Wellness, Beauty & Entertaintment.
Baca juga: Okupansi Pusat Perbelanjaan Surabaya 76 Persen
Peningkataan tingkat okupansi Fairway Nine Mall melalui strategi yang agresif dengan tidak fokus pada retail fashion, namun juga memasukkan retail kesehatan, kecantikan, olah raga dan F&B.
“Saat ini, Perseroan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kesehatan dan Kecantikan Indonesia untuk mengisi lokasi seluas 6.000 meter persegi,” urai manajemen BKDP.
Bisnis sewa pusat perbelanjaan merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi BKDP selain sewa perkantoran dan sewa apartemen.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada periode Januari-Maret 2026, bisnis sewa pusat perbelanjaan menyumbang sekitar Rp2,56 miliar atau setara sekitar 28 persen terhadap total pendapatan BKDP.
Baca juga: Ascott Tambah 20 Properti Citadines, Salah Satunya di Surabaya
Pendapatan sewa pusat perbelanjaan pada tiga bulan pertama 2026 itu turun sekitar 3 persen bila disandingkan dengan torehan pada periode sama setahun sebelumnya yang sebesar Rp2,65 miliar.
Penyumbang terbesar pendapatan BKDP pada kuartal pertama 2026 berasal dari jasa pemeliharaan dan parkir yang menyetor Rp4,26 miliar atau setara sekitar 46 persen.





