Sekitar 75 persen pendapatan Ciputra disumbang oleh penjualan kaveling, rumah hunian, dan rumah toko (ruko).
Di tengah persaingan yang cukup ketat paa 2025, Ciputra mampu mengerek pertumbuhan penjualan di segmen tersebut, yakni sekitar 16 persen.
Peraih laba bersih terbesar kedua pada 2025 adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk alias BSDE, yakni Rp2,55 triliun.
Laba bersih pemilik proyek mega township BSD City, Tangerang, Banten ini terlihat anjlok sekitar 42 persen bila disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya.
Baca juga: CBDK Optimistis Pendapatan Berulang Kian Signifikan
Pada saat yang sama, developer di bawah naungan kelompok Sinar Mas Land ini juga harus puas mencatat penurunan pendapatan pada 2025, yakni sekitar tujuh persen menjadi Rp12,79 triliun.
Di posisi ketiga peraih laba bersih terbesar adalah PT Pakuwon Jati Tbk yang mengusung kode saham PWON di BEI.
Laba bersih emiten yang dikenal jago mendulang pendapatan berulang (recurring income) ini tercatat sekitar Rp2,35 triliun alias tumbuh sekitar 14 persen bila dibandingkan dengan 2024.
“Untuk proyeksi lima tahun ke depan, pendapatan berulang (recurring income) diperkirakan tetap mendominasi dengan kontribusi sekitar 80 persen, sedangkan sisanya sebesar 20 persen berasal dari lini usaha development,” urai manajemen PT Pakuwon Jati Tbk dalam paparan publik, baru-baru ini.
Peraih laba bersih terbesar keempat ditempati oleh PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), yakni senilai Rp1,36 triliun.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CBDK itu melejit sekitar 48 persen bila disandingkan dengan torehan setahun sebelumnya.
Baca juga: Berbekal 11 Hotel, Pendapatan Emiten Ini Tembus Rp1 Triliun
Pada 2025, pendapatan anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) itu naik sekitar 11 persen menjadi Rp2,50 triliun disandingakn dengan tahun 2024.
Mayoritas pendapatan itu disumbang oleh penjualan tanah dan bangunan, yakni sekitar Rp2,42 triliun atau setara sekitar 97 persen dari total pendapatan CBDK.
Dominasi penjualan kaveling tanah komersial juga terus bergulir pada kuartal pertama 2026. Hal itu tercermin dari kontribusinya terhadap marketing sales Perseroan.
“Pencapaian marketing sales pada awal tahun ini mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2. Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan,” ujar Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, peraih laba bersih kelima terbesar adalah PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), yaitu sebesar Rp1,30 triliun.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pemilik proyek township Bintaro Jaya itu tumbuh sekitar 15 persen bila disandingkan raihan tahun 2024.
Baca juga: BSDE Pecahkan Rekor Laba Bersih, Raih Rp4,35 Triliun
JRPT juga mampu mendongkrak pendapatan sekitar 11 persen pada 2025, yakni menjadi Rp3,28 triliun bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Lima Peraih Laba Bersih Tertinggi 2025:
1). Ciputra Development Rp2,66 triliun
2). Bumi Serpong Damai Rp2,55 triliun
3). Pakuwon Jati Rp2,35 triliun
4). Bangun Kosambi Sukses Rp1,36 triliun
5). Jaya Real Property Rp1,30 triliun
Baca juga: Kuartal Pertama 2026, Ciputra Raih Pendapatan Rp2,56 Triliun
Sumber: laporan keuangan perseroan, diolah landbank.co.id
(*)





