Jakarta, landbank.co.id– Para pemegang saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) terus mendapat kucuran dividen tunai sepanjang lima tahun terakhir, 2021-2025.
Tak hanya dimanjakan dengan konsistensi, dividen tunai PT Pakuwon Jati Tbk pada periode itu jumlahnya juga terus membubung.
Tak hanya besaran nilai total dividen tunai, dividen per saham yang ditebar PT Pakuwon Jati Tbk juga angkanya terus merangkak naik.
Baca juga: Catat, Jadwal Dividen Tunai Pakuwon Rp626,07 Miliar
Mengutip data emiten berkode saham PWON di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut angka dividen pada 2021 masih sekitar Rp192,64 miliar, namun melejit setahun kemudian.
Dividen yang dibagikan itu setara dengan 13,9 persen dari laba bersih PWON tahun 2021 yang menyentuh sekitar Rp1,55 triliun.
Untuk tahun buku 2021, jumlah dividen yang ditebar pemilik proyek Gandaria City, Jakarta ini setara dengan Rp4 per saham. Saat itu, jumlah saham PWON yang beredar sebanyak 48.159.602.400.
Tahun 2022, dividen yang ditebar Pakuwon melejit sekitar 62 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni menjadi senilai Rp313,04 miliar.
Baca juga: Jumlah Green Building Pakuwon Bertambah
Dividen tahun buku 2022 yang sebesar Rp6,5 per saham itu setara dengan 20,3 persen dari total laba bersih PWON yang senilai Rp1,83 triliun.
Manajemen Pakuwon kembali memerbesar dividen untuk tahun buku 2023, yakni menjadi Rp433,44 miliar atau setara Rp9 per saham.
Tahun itu rasio dividen yang digulirkan pemilik proyek Tunjungan Plaza, Surabaya mencapai sebesar 20,6 persen dari total laba bersih yang senilai Rp2,38 triliun.
Rasio dividen atas laba bersih kembali dinaikkan oleh Pakuwon untuk tahun buku 2024, yakni menjadi 25,8 persen. Saat itu, Pakuwon mengantongi laba bersih Rp2,42 triliun.
Baca juga: Penjualan Hunian Pakuwon Terus Bertumbuh
“Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai dengan total dividen sebesar Rp626,07 miliar dan nilai dividen per saham Rp13, yang dibagikan pada 30 Juli 2025. Dividen itu setara dengan sekitar 26 persen dari laba bersih tahun 2024,” kata manajemen Perseron dikutip dari Laporan Tahunan Tahun 2025 Pakuwon.





