Jababeka Lunasi Utang US$185,86 Juta

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) atau Jababeka melunasi seluruh saldo pinjaman Senior Notes senilai US$185,86 juta yang semula akan jatuh tempo pada Desember 2027.foto: capture kija

Jakarta, landbank.co.id– PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) atau Jababeka melunasi seluruh saldo pinjaman Senior Notes senilai US$185,86 juta yang semula akan jatuh tempo pada Desember 2027.

Nilai utang Jababeka itu bila dikonversi dengan kurs Rp17.500 per dolar Amerika Serikat setara dengan sekitar Rp3,25 triliun.

Bacaan Lainnya

“Pelunasan tersebut telah diselesaikan pada 12 Juni 2026, setelah penandatanganan fasilitas pembiayaan jangka panjang baru Perseroan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagaimana telah diumumkan pada 14 Mei 2026,” jelas T Budianto Liman, corporate secretary PT Kawasan Industri Jababeka Tbk dikutip Senin, 15 Juni 2026.

Dia menjelaskan, keberhasilan pelunasan utang ini menandai selesainya rencana refinancing Perseroan atas Senior Notes tersebut lebih dari 18 bulan sebelum tanggal jatuh tempo semula.

Baca juga: 2026, KIJA Tingkatkan Target Marketing Sales

“Pelunasan Senior Notes ini berdampak positif terhadap keuangan dan kegiatan operasional Perseroan,” jelas Budianto Liman dalam suratnya kepada Otoritas Bursa tertanggal 14 Juni 2026.

Di sisi lain, sebagaimana diberitakan, Jababeka telah melakukan penandatanganan fasilitas pinjaman jangka panjang baru dengan Bank Mandiri pada 13 Mei 2026.

Fasilitas pembiayaan baru tersebut memiliki jangka waktu selama 15 tahun dan diberikan dalam mata uang Rupiah Indonesia dengan tingkat bunga floating sebesar 7 persen per tahun.

Dana hasil fasilitas tersebut akan digunakan terutama untuk refinancing Senior Notes Perseroan sebesar US$185,86 juta yang akan jatuh tempo pada Desember 2027, serta tambahan fasilitas term loan sebesar Rp70 miliar untuk mendukung kebutuhan umum korporasi Perseroan.

Transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan kewajiban (liability management) Perseroan secara proaktif dan semakin memperkuat profil keuangan jangka panjang Jababeka melalui perpanjangan jatuh tempo utang serta peningkatan visibilitas likuiditas.

Baca juga: Jababeka Beri Sinyal Mau Tambah Landbank

Selain itu, penggunaan fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah Indonesia juga dilakukan untuk menyelaraskan struktur pembiayaan dengan mata uang pelaporan Perseroan, sehingga dapat mengurangi volatilitas laba akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat.

Pos terkait