Kuartal Pertama 2026, Ciputra Raih Pendapatan Rp2,56 Triliun

Sepanjang Januari-Maret 2026, PT Ciputra Development Tbk meraih pendapatan Rp2,56 triliun dengan motor utama dari penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko/foto: ciputradevelopment.com

Jakarta, landbank.co.id– Sepanjang Januari-Maret 2026, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraih pendapatan sebesar Rp2,56 triliun dengan motor utama dari penjualan kaveling, rumah hunian, dan rumah toko (ruko).

Merujuk laporan keuangan PT Ciputra Development Tbk, pendapatan emiten berkode saham CTRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini turun sekitar 6 persen disandingkan periode sama 2025.

Bacaan Lainnya

Pada kuartal pertama 2025, pendapatan PT Ciputra Development Tbk masih bertengger di posisi Rp2,73 triliun.

Tulang punggung pendapatan pemilik proyek Citragarden Bintaro ini, yaitu segmen kaveling, rumah hunian, dan ruko membukukan penurunan penjualan sekitar 8 persen.

Pada tiga bulan pertama 2026, penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko tercatat senilai Rp1,95 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp2,13 triliun.

Baca juga: Penjualan Ciputra Development Tumbuh 18 Persen

Penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko menyumbang sekitar 76 persen terhadap total pendapatan CTRA per akhir Maret 2026, sedangkan pada periode sama 2025 kontribusinya sekitar 78 persen.

Berbeda dengan penyumbang terbesar pertama, kontributor kedua terhadap total pendapatan pemilik lebih dari 89 proyek ini, yaitu pelayanan kesehatan justru mencatat peningkatan pendapatan sekitar 25 persen.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, segmen pelayanan kesehatan membukukan sebesar Rp208,09 miliar per akhir Maret 2026, sedangkan pada periode sama 2025 senilai Rp167,02 miliar.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, segmen pelayanan kesehatan menyumbang sekitar 8 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek Citraland Surabaya, Jawa Timur ini, sedangkan per akhir Maret 2025 sekitar 6 persen.

Baca juga: Pendapatan CTRA Tumbuh, Ini Kontributor Utamanya

Begitu juga dengan kontributor ketiga terbesar, yaitu pusat niaga dan kawasan komersial yang mencatat pertumbuhan sekitar 1 persen menjadi Rp187,80 miliar dari semula Rp186,77 miliar.

Pos terkait