Summarecon Bidik Pertumbuhan Lewat Township Berkelanjutan

Summarecon Agung (SMRA) mencatat marketing sales Rp5,53 triliun atau tumbuh 27 persen. Perseroan fokus kembangkan sembilan kawasan township./Foto: dok. Summarecon.

Jakarta, landbank.co.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kembali mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang tahun buku 2025.

Perseroan berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun atau tumbuh 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Pencapaian tersebut sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan perseroan sebesar Rp5 triliun.

Kinerja positif ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Summarecon yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Marketing sales tersebut didukung oleh pengembangan sembilan kawasan kota terpadu Summarecon yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.

President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk properti perseroan masih terjaga, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kami bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi yang baik atas permintaan terhadap produk-produk Summarecon,” ujar Adrianto dalam keterangan resminya yang diterima landbank.co.id Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, minat pasar tersebut didorong oleh inovasi produk, kualitas pembangunan, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta nilai investasi jangka panjang yang ditawarkan Summarecon.

Ia menambahkan, perseroan akan terus menjaga pengelolaan keuangan secara prudent dengan mencermati dinamika pasar yang terjadi.

“Summarecon akan tetap menjaga pengelolaan cash management secara prudent, mencermati perubahan pasar yang terjadi dan tetap berfokus pada pengembangan Kota Terpadu yang berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Sepanjang 2025, Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp1,20 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari segmen Pengembangan Properti (Property Development) yang mencakup penjualan hunian, komersial, dan apartemen.

Segmen tersebut mencatat pendapatan sebesar Rp5,51 triliun atau menyumbang 63 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Sementara itu, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) membukukan pertumbuhan positif dengan pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada 2025.

Kinerja tersebut meningkat 6 persen dan didukung oleh kenaikan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp113,85 miliar. Segmen ini berkontribusi sekitar 26 persen terhadap total pendapatan Summarecon.

Adapun segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) mencatat pendapatan Rp981,12 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp967,31 miliar.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari kontribusi bisnis perhotelan yang terus menunjukkan kinerja positif.

Dalam RUPST tahun buku 2025, Summarecon juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5 per lembar saham atau total Rp82,54 miliar kepada pemegang saham.

Pembagian dividen tersebut menjadi bentuk apresiasi perseroan atas kepercayaan investor sekaligus menjaga keseimbangan kebutuhan ekspansi bisnis.

Memasuki 2026, Summarecon menetapkan target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun yang berasal dari kontribusi seluruh proyek di sembilan kawasan kota terpadu.

Hingga tiga bulan pertama 2026, perseroan mencatat penjualan properti mencapai Rp1,2 triliun atau meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Summarecon optimistis strategi pengembangan kota terpadu akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

(*)

Pos terkait