Denyut Permintaan Rumah Masih Ada, Begini Kata Leads Property

Denyut permintaan rumah di kawasan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) masih terasa hingga kuartal kedua 2026/foto: leads property

Jakarta, landbank.co.id– Denyut permintaan rumah di kawasan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) masih terasa hingga kuartal kedua 2026.

Bahkan, pasokan maupun permintaan rumah di kawasan itu diperkirakan terus bergulir hingga akhir 2026.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil pantauan kami, tingkat penjualan rumah di Jabodetabek tumbuh 94 persen pada kuartal kedua 2026,” tutur Martin Samuel Hutapea, associate director Research & Consultancy Department Leads Property menjawab pertanyaan landbank.co.id di Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga: Bikin Rumah Kelas Kakap, Leads Property: Belum Tentu Ada Setiap Tahun

Dia menerangkan, permintaan rumah pada kuartal kedua tercatat sebanyak 2.585 unit dengan tingkat penjualan 93,7 persen.

Di sisi lain, pasokan rumah tumbuh sebanyak 2.701 unit sehingga total pasokan rumah di Jabodetabek menyentuh 201.646 unit hingga kuartal kedua 2026.

Leads Property memerkirakan, hingga akhir 2026, jumlah permintaan menyentuh berkisar 12.000-13.000 unit.

Baca juga: Nyaris 44 Ribu Stok Kondominium Menanti Pembeli

“Permintaan rumah tapak masih didominasi oleh kawasan Tangerang dan berasal dari segmen menengah, yakni yang dibanderol Rp500 juta hingga Rp2 miliar per unit, sedangkan tingkat penjualan 93,8 persen,” papar Martin.

Dia menegaskan, tingkat penjualan relatif stabil dengan pertumbuhan pasokan dan permintaan yang seimbang.

Untuk pasokan rumah di Jabodetabek hingga akhir 2026, tambah dia, ditaksi bertumbuh 13.211 unit year on year (yoy) sehingga total pasokan menjadi 209.748 unit.

Baca juga: Tradisi Penjualan Rumah Kuartal Pertama Jabodebek Banten, Omzet Rp2 Triliun

“Pasokan rumah tapak akan terus bertambah terutama di daerah suburban Jakarta,” ujar Martin.

Pos terkait