BTN Tambah Mitra Pengembang Rumah Subsidi 33 Persen

Jumlah pengembang rumah subsidi yang menjadi mitra BTN pada 2025 naik sekitar 33 persen bila dibandingkan dengan tahun 2021/foto: landbank.co.id

Memasuki tahun 2023, BTN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu kembali meningkatkan jumlah pengembang yang menjadi mitra.

Kali ini, jumlah pengembang yang digandeng naik sekitar 5 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Mirip dengan torehan tahun 2022, seiring naiknya mitra developer, nilai KPR FLPP bank yang berdiri sejak 9 Februari 1950 ini juga meningkat.

Pada 2023, realisasi penyaluran KPR FLPP skema konvensional BTN bertumbuh sekitar 7 persen disandingkan dengan 2022.

Hal serupa dilakukan BTN pada 2024 dan 2025. Bank yang menyalurkan KPR sejak tahun 1975 ini menambah jumlah pengembang sekitar 5 persen pada 2024 dan 8 persen tahun 2025.

Baca juga: Salurkan FLPP 2025, BTN Gandeng 6.542 Pengembang Properti

Pada 2024, sekalipun jumlah pengembang bertambah, nilai penyaluran KPR FLPP BTN justru melemah sekitar 3 persen.

Sebaliknya, tahun 2025, nilai penyaluran KPR FLPP BTN bertumbuh sekitar 21 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pengembang yang menjadi mitra BTN pada 2025 naik sekitar 33 persen bila dibandingkan dengan tahun 2025.

Pada periode itu, mengutip data BP Tapera, nilai penyaluran KPR FLPP berskema konvensional BTN tercatat meningkat sekitar 55 persen.

Khusus sepanjang tahun 2021 hingga 2025, pengembang mitra BTN yang menyalurkan KPR FLPP terbanyak adalah PT Hikmah Alam Sentosa sebanyak 6.013 unit senilai Rp756,67 miliar.

Rumah subsidi yang dibangun pengembang ini masing-masing sebanyak 5.360 unit di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan 653 unit di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Lima Bank Penyalur KPR Subsidi Terbesar 2026, BTN Dominan

Di posisi kedua terbanyak adalah PT Hasanah Hanifah Properti sebanyak 2.725 rumah subsidi dengan nilai sekitar Rp351,46 miliar.

Lalu, pengembang yang menempati posisi ketiga terbanyak adalah PT Raja Sukses Propertindo, yakni 2.653 rumah subsidi senilai Rp304,10 miliar.

 

 

(*)

Pos terkait