Jakarta, landbank.co.id– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menambah jumlah pengembang rumah subsidi dalam rentang tahun 2021 hingga 2025.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pengembang rumah subsidi yang digandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk itu menyalurkan kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP).
Penyaluran KPR FLPP yang digulirkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tersebut untuk yang berskema konvensional.
Pada 2021, pengembang rumah subsidi yang digandeng BTN tercatat sebanyak 4.191 developer dari 16 asosiasi yang ada di Indonesia.
Mereka menggarap 6.259 perumahan yang tersebar di 333 kabupaten dan kota dari 32 provinsi dengan total realisasi penyerapan KPR FLPP sebanyak 96.435 unit senilai Rp10,6 triliun.
Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026
Pada 2021, lima pengembang terbesar yang menyerap KPR FLPP BTN adalah PT Hikmah Alam Sentosa sebanyak 1.110 unit, PT Saipul Putra Sakti (919 unit), dan PT Alexandra Citra Pertiwi (628 unit).
Di posisi keempat dan kelima terbesar masing-masing adalah PT Aditama Jaya (596 unit) dan PT Serena Inti Sejati (500 unit).
Terus Ditambah
Jumlah pengembang yang digandeng BTN bertambah sekitar 12 persen pada 2022 menjadi sebanyak 4.711 developer.
Seiring penambahan jumlah pengembang, nilai KPR FLPP bank pelat merah ini juga terlihat meningkat.
Baca juga: BTN Gandeng 4.293 Pengembang Properti
Bila pada 2021 nilai KPR FLPP BTN senilai Rp Rp10,58 triliun, setahun kemudian melenggang ke level Rp13,75 triliun alias naik sekitar 27 persen.
Tahun 2022, jumlah perumahan dan kota yang diguyur KPR FLPP BTN juga bertambah yakni masing-masing naik sekitar 15 persen dan 2 persen.





