Gedung perkantoran kelas Premium di kawasan CBD Jakarta mencatat tingkat hunian mendekati 82 persen pada awal 2026.
Imbasnya, dengan tingkat kekosongan yang semakin terbatas, sebagian besar gedung premium mampu mempertahankan tarif sewa yang tinggi.
Selain itu, gedung Grade A di CBD, yang mendominasi total pasokan perkantoran CBD, mencatat tingkat hunian sekitar 76 persen per kuartal pertama tahun 2026.
Seiring dengan preferensi yang berkelanjutan terhadap gedung berkualitas tinggi, sisa ruang kosong perkantoran di Jakarta bisa jadi terserap dalam waktu yang tidak lama.
Dari sisi kekosongan, masih mengutip riset Colliers Indonesia, gedung premium hanya mewakili sekitar 8 persen dari ruang kosong di CBD, menunjukkan bahwa ketersediaan ruang kantor berkualitas tinggi ini semakin terbatas.
Baca juga: Okupansi Perkantoran di CBD Jakarta 75 Persen
Di sisi lain, sekitar 50 persen dari ruang kosong pada kuartal pertama 2026 disumbangkan oleh gedung kelas A.
Berdasarkan usia bangunan, 50 persen dari ruang kosong tersebut berada di gedung perkantoran yang berusia kurang dari 10 tahun.
Seiring dengan semakin ketatnya kekosongan di gedung Premium, gedung-gedung kelas A yang lebih baru ini diharapkan menjadi alternatif yang kuat, menawarkan kualitas yang kompetitif sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi penyewa yang bertujuan untuk relokasi dan ekspansi.
“Dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 1 persen diharapkan mendorong tingkat hunian di CBD kembali mendekati level 80 persen pada 2028,” dilansir riset tersebut.
Baca juga: Permintaan Ruang Perkantoran Tetap Positif pada 2026
Colliers Indonesisa memberi catatan, hal itu terjadi selama tidak terganggu signifikan baik dari faktor domestik maupun global seperti geopolitik. Jika tidak terjadi hal-hal itu pasar perkantoran diperkirakan semakin aktif pada sisa tahun 2026.
“Permintaan relokasi diproyeksikan tetap tinggi, dengan fokus utama pada gedung premium dan Grade A,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.
Sementara itu, rerata tingkat hunian gedung perkantoran di luar CBD Jakarta masih tertahan di angka 70 persen pada kuatal pertama tahun 2026.
Gedung perkantoran di Jakarta Selatan tetap menjadi destinasi potensial calon penyewa. Pasar perkantoran di luar CBD diperkirakan semakin membaik yang didukung juga oleh jumlah pasokan baru yang terbatas.
Baca juga: Minat Terhadap Gedung Perkantoran Berkualitas Tinggi Meninggi
“Ditambah, pertumbuhan sektor bisnis yang semakin menguat berpotensi mendorong peningkatan penyerapan ruang, meskipun secara bertahap,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.
(*)





