Penjualan Lahan Industri Melejit 67 Persen

Penjualan lahan industri di Kawasan Greater Jakarta sepanjang Januari-Maret 2026 melejit sekitar 67 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025/foto: capture colliers

Jakarta, landbank.co.id– Penjualan lahan industri di Kawasan Greater Jakarta sepanjang Januari-Maret 2026 melejit sekitar 67 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025.

Mengutip data Colliers, pada kuartal pertama 2026, penyerapan lahan industri mencapai hampir 90 hektare, sedangkan pada periode sama 2025 seluas 54,06 hektare.

Bacaan Lainnya

Penyerapan lahan pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai hampir 90 hektar, angka yang jauh melampaui pencapaian pada periode yang sama tahun lalu,” dikutip dari riset Colliers, Rabu 13 Mei 2026.

Fenomena ini menandakan bahwa minat pasar tetap tinggi meski investor cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan.

Baca juga: 2026, KIJA Tingkatkan Target Marketing Sales

Colliers menegaskan, di tengah situasi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, pasar industri Indonesia menunjukkan daya tahan yang solid.

Terkait hal itu, Colliers memrediksi penyerapan lahan industri sepanjang tahun 2026 mencapai 353,10 hektare, jika terwujud, angka itu lebih tinggi bila dibandingkan raihan tahun 2025 yang seluas 311,85 hektare.

 

Koridor Timur Jakarta

Selama kuartal pertama tahun 2026, permintaan terutama didorong oleh sektor manufaktur, kimia, dan pusat data.

Transaksi terbesar tercatat di koridor barat, di mana Kawasan Industri Krakatau Cilegon (KIEC), Banten mencapai total penjualan lahan sekitar 26 hektare.

Baca juga: Data Center Sumbang 60 Persen Penjualan Lahan Industri Puradelta Lestari

Transaksi ini dipimpin oleh perusahaan petrokimia (±12 hektare), diikuti oleh produsen kendaraan listrik (±8 hektare), dan perusahaan perpipaan (±6,5 hektare).

Radar Colliers juga merekam aktivitas di koridor timur Jakarta seperti di Purwakarta, Jawa Barat di mana Jatiluhur Industrial Smart City (JISC) mengamankan sekitar 22 hektare dari beberapa investor. Transaksi terbesar tercatat dari perusahaan manufaktur lokal (±15 hektare), dengan sisanya didorong oleh industri makanan dan manufaktur lainnya.

Pos terkait