Dalam penyaluran KPP, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kontributor terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp17,93 triliun atau sekitar 93,21 persen dari total realisasi nasional.
Adapun lima bank dengan realisasi penyaluran KPP terbesar adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp10,18 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp3,65 triliun, Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp2,03 triliun, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp1,06 triliun, dan Bank Mandiri sebesar Rp1,02 triliun.
Selain Himbara, bank pembangunan daerah (BPD) dan bank swasta juga turut berkontribusi dalam penyaluran KPP. Hingga 20 Juni 2026, bank pembangunan daerah telah menyalurkan Rp936,17 miliar kepada 1.994 debitur dengan penyalur terbesar dari Bank Jateng, sedangkan bank swasta mencatat penyaluran sebesar Rp370,7 miliar kepada 120 debitur dengan penyalur terbesar melalui Bank Nobu.
Baca juga: KUR Perumahan Bakal Sentuh Supply dan Demand
Dengan semakin meningkatnya penyaluran KPP, pemerintah berharap program ini dapat menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sektor perumahan, memperkuat pelaku usaha di bidang perumahan, serta mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Realisasi FLPP
Sementara itu, sepanjang Januari-24 Juni 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP menyentuh sekitar Rp10,10 triliun atau setara untuk 81.268 rumah subsidi.
Rumah subsidi yang mendapat kucuran KPR FLPP itu tersebar di 8.992 perumahan di Indonesia, sedangkan pengembang properti yang terlibat mencapai 9.769 developer.
Baca juga: Pemerintah Siapkan KUR Perumahan Rp 130 Triliun, Sasar Pengembang dan Masyarakat Belum Punya Rumah
Mengutip laman Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi penyaluran KPR FLPP per 24 Juni 2026 itu 81.261 rumah tapak (99,99 persen) dan tujuh unit rumah susun (0,01 persen).
Mirip dengan KPP, realisasi penyaluran KPR FLPP juga didominasi oleh Himbara dan anak usahanya. Bank Tabungan Negara (BTN) mendominasi dengan raihan 39.155 unit.
Lalu, anak usaha BTN, yakni Bank Syariah Nasional menyalurkan 20.257 unit, Bank Rakyat Indonesia 6.775 unit, Bank Negara Indonesia 5.683 unit, dan Bank Mandiri 2.781 unit.
Baca juga: Realisasi KPR FLPP Tahun 2025 Tembus 278 Ribu
(*)





