Pangsa Pasar Rumah Subsidi BNI Membesar

Pangsa pasar rumah subsidi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyentuh 7,30 persen dalam periode Januari-Juni 2026/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Pangsa pasar (market share) rumah subsidi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada semester pertama 2026 kian membesar.

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pangsa pasar rumah subsidi BNI menyentuh 7,30 persen dalam periode Januari-Juni 2026, sedangkan pada periode sama 2025 masih di posisi 4,46 persen.

Bacaan Lainnya

Penguasaan pangsa pasar rumah subsidi BNI itu merujuk kepada realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan alias KPR FLPP.

Untuk periode enam bulan pertama 2026, dari 36 penyalur KPR FLPP, posisi BNI berada di urutan keempat.

Di posisi pertama hingga ketiga masing-masing ditempati oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), PT Bank Syariah Nasional (BSN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Baca juga: BNI Gandeng 816 Pengembang, KPR FLPP Turun 12 Persen

Masih mengutip data BP Tapera, pada kuartal pertama 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP BNI meningkat 23,95 persen disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Realisasi KPR FLPP BNI pada Januari-Juni 2026 tercatat sebanyak 6.686 rumah subsidi, sedangkan pada periode sama 2025 sebanyak 5.394 unit.

Praktis, naiknya volume mendorong nilai KPR FLPP bank pelat merah itu meningkat, dari semula Rp680,04 miliar pada enam bulan pertama 2025, menjadi sebesar Rp837,59 miliar per akhir Juni 2026.

Dalam merealisasikan penyaluran KPR FLPP pada semester pertama 2026, BNI melibatkan 1.497 pengembang properti yang membangun 1.527 perumahan.

Masih mengutip data BP Tapera, rumah subsidi yang digelontorkan KPR FLPP BNI terletak di 270 kabupaten dan kota dari 31 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Market Share KPR FLPP Syariah Menggelembung

Pada semester pertama 2025, BNI menggandeng 816 developer yang mengembangkan 1.051 perumahan di 211 kabupaten dan kota di 28 provinsi.

 

Realisasi Nasional

Sementara itu, realisasi penyaluran KPR FLPP secara nasional pada semester pertama 2026 terlihat turun 24,34 persen bila disandingkan dengan raihan periode sama 2025.

Mengutip data BP Tapera, sepanjang enam bulan pertama 2026, realisasi KPR FLPP menyentuh 91.531 rumah subsidi.

Baca juga: BNI Tambah Mitra Pengembang, Percepat Tiga Juta Rumah

Nilai KPR FLPP untuk pembiayaan rumah subsidi pada semester pertama tersebut setara dengan sekitar Rp11,37 triliun.

Pos terkait