Pendapatan Jasa Konstruksi SSIA Bertumbuh

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pertumbuhan pendapatan usaha jasa konstruksi sekitar 7 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: suryainternusa.com

Terkait kawasan industri, Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja, pernah mengatakan bahwa regulasi terkait kawasan industri sangat penting terutama apabila Indonesia ingin mencapai 100 tahun Indonesia pada 2045.

“SSIA percaya bahwa industrialisasi sangat penting untuk mencapai hal tersebut. Oleh karena itu, kami melihat penting sekali adanya regulasi yang benar dan tepat untuk menarik penanaman modal asing dan dalam negeri untuk menstimulasi terciptanya lapangan kerja bagi Masyarakat Indonesia,” kata dia dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

 

Laba Turun

Di sisi lain, laba tahun berjalan SSIA terlihat turun signifikan, yakni dari Rp448,55 miliar pada 2024 menjadi Rp28,93 miliar tahun 2025.

Baca juga: Pendapatan Tanah Kawasan Industri SSIA Melambung 385 Persen

Sementara itu, jumlah aset SSIA terlihat meningkat pada 2025 dibandingkan dengan tahun 2024, yakni dari Rp10,37 triliun menjadi Rp12,71 triliun.

Liabilitas perusahaan yang didirikan pada 1971 ini juga naik, yakni menjadi Rp4,63 triliun dari semula senilai Rp2,37 triliun.

Hal serupa terjadi di lini ekuitas. Pada 2025, ekuitas SSIA sebesar Rp8,08 triliun, sedangkan tahun 2024 senilai Rp7,99 triliun.

Per akhir Desember 2025, para pemegang saham SSIA terdiri atas PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 10,24 persen, PT Henan Putihrai Asset Management 9,49 persen, PT Arman Investments Utama 8,52 persen, Intrepid Investments Limited 8,20 persen, dan PT Persada Capital Investama 7,85 persen.

Baca juga: Pendapatan Hotel SSIA Ngerem Sejenak

Selain itu, pemegang saham SSIA mencakup Johannes Suriadjaja 0,36 persen, Sonny Satia Negara 0,07 persen, Wilson Efendy 0,05 persen, The Jok Tung 0,05 persen, dan masyarakat 55,17 persen.

 

(*)

Pos terkait