Jakarta, landbank.co.id– PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pertumbuhan pendapatan usaha jasa konstruksi sekitar 7 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk, emiten berkode saham SSIA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus pendapatan jasa konstruksi Rp3,27 triliun pada 2025.
Sebaliknya, pendapatan usaha jasa konstruksi PT Surya Semesta Internusa Tbk tahun 2024 masih bertengger di level Rp3,06 triliun.
Pada 2025, jasa konstruksi menjadi tulang punggung pemilik proyek Subang Smartpolitan tersebut dengan kontribusi sekitar 74 persen terhadap total pendapatan SSIA.
Sumbangan itu jauh lebih besar dibandingkan dengan kontribusi jasa konstruksi terhadap pendapatan tahun 2024. Kalau itu, jasa konstruksi menyumbang sekitar 48 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek Edenhaus Simatupang, Jakarta itu.
Baca juga: Bisnis Properti Sumbang Rp545 Miliar Terhadap SSIA
Mengutip laporan keuangan Perseroan, SSIA merangsek bisnis jasa konstruksi melalui anak usaha PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). Pada 2025, SSIA memiliki 63,94 persen saham NRCA.
Pada 2025, kontributor kedua terbesar terhadap total pendapatan SSIA datang dari bisnis hotel.
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, tahun 2025, sumbangan bisnis hotel sebesar Rp491,22 miliar atau setara sekitar 11 persen.
Berbeda dengan jasa konstruksi, pendapatan usaha bisnis hotel justru turun sekitar 51 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang sekitar Rp992,04 miliar.
Secara keseluruhan tahun 2025, pemilik Hotel Gran Melia Jakarta ini membukukan penurunan pendapatan sekitar 30 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp6,31 triliun menjadi Rp4,43 triliun.
Baca juga: Ketegangan Global Potensial Berdampak Terhadap Kawasan Industri
Penurunan pendapatan pemilik proyek Suryacipta City of Industry itu terutama dipicu oleh turunnya pendapatan dari penjualan tanah kawasan industri. Pada 2025, segmen ini tercatat merosot sekitar 83 persen.
Tahun 2025, penjualan tanah kawasan industri SSIA tercatat senilai Rp310,36 miliar, sebaliknya pada 2024 sebesar Rp1,87 triliun.





