Saham BBCA Merosot 3 Persen di Tengah Tekanan Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Harga saham BBCA terkoreksi 3 persen pada sesi I perdagangan Rabu. 3 Juni 2026. Rupiah melemah ke Rp17.900 per dolar AS./Foto: bca.co.id.
Jakarta, landbank.co.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami tekanan signifikan dalam perdagangan saham hari ini, Rabu, Juni 2026.
Pelemahan saham emiten perbankan berkapitalisasi pasar terbesar di Indonesia itu terjadi di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan pantauan landbank.co.id dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I, harga saham PT Bank Central Asia Tbk turun 3 persen ke level Rp5.650 per saham.

Aktivitas perdagangan saham BBCA terpantau cukup tinggi. Sebanyak 104,25 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 26.196 kali. Adapun nilai transaksi saham BBCA tercatat sebesar Rp594,98 miliar.

Bacaan Lainnya

Pelemahan tersebut berbalik arah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Selasa, 2 Juni 2026, saham BBCA masih mampu menguat 2,19 persen seiring sentimen positif yang mewarnai pergerakan pasar.

Namun, tekanan kembali muncul pada perdagangan hari ini seiring memburuknya kondisi nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda tercatat melemah 0,39 persen ke level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pukul 09.26 WIB.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pasar keuangan domestik. Tekanan terhadap rupiah juga berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap saham-saham sektor perbankan, termasuk BBCA.

Nilai tukar tersebut dinilai semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor.

Melemahnya rupiah ke level terendah sepanjang sejarah menjadi salah satu faktor yang dicermati investor karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan, termasuk pasar saham.

Di tengah kondisi tersebut, saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA turut mengalami aksi jual yang menekan harga saham pada perdagangan hari ini.

Dengan pergerakan tersebut, pelaku pasar akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah serta sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan saham sektor perbankan dalam beberapa waktu ke depan.

(*)

Pos terkait