Jakarta, landbank.co.id- Pameran properti diyakini dapat mendorong penjualan para pengembang pada kuartal kedua 2026.
Pentingnya peran pameran properti juga dilontarkan oleh Sinar Mas Land (SML), pengembang yang sudah 50 tahun lebih makan asam garam bisnis properti.
Pengembang yang sudah menggarap lebih dari 50 proyek di Indonesia, Inggris, dan Singapura itu menggulirkan pameran properti Sinar Mas Land Expo 2026.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Residential National Sinar Mas Land, Prasetijo Tanumihardja, pihaknya ingin menghadirkan momentum terbaik bagi masyarakat untuk memiliki properti, baik sebagai hunian maupun instrumen investasi.
”Didukung berbagai insentif menarik serta kolaborasi dengan mitra perbankan, kami optimistis Sinar Mas Land Expo 2026 dapat mendorong pertumbuhan penjualan pada kuartal II tahun ini,” kata Prasetijo Tanumihardja, Rabu 22 April 2026.
Baca juga: Selain Sinar Mas Land, BTN Juga Gandeng Agung Sedayu Group
Dia menambahkan, optimisme itu juga seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kawasan timur Jakarta yang terus berkembang sebagai salah satu pusat hunian dan investasi potensial.
Sinar Mas Land Expo 2026 yang berlangsung sepanjang 21–26 April 2026 bertempat di pusat perbelanjaan modern Living World Grand Wisata Bekasi, Jawa Barat.
Lokasi pameran merupakan salah satu sisi koridor timur Jakarta yang ramai diguyur oleh beragam proyek properti besutan para developer kakap, termasuk SML.
Pemilihan Living World Grand Wisata Bekasi juga mempertegas fokus ekspansi SML di kawasan timur Jakarta.
Lewat sejumlah anak usaha, seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), SML memiliki beberapa proyek di kawasan timur Jakarta di antaranya Kota Wisata dan Legenda Wisata (Cibubur), Grand Wisata (Bekasi), dan Harvest City.
Baca juga: Tak Hanya Subsidi DP 15 Persen, MIQ Juga Free BPHTB
Pameran kali ini juga dinilai memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memiliki hunian maupun properti komersial.
”Selama enam hari penyelenggaraan, kami menawarkan beragam insentif mulai dari ekstra benefit hingga 35 persen, ditambah potongan langsung hingga Rp100 juta,” tutur Prasetijo.





