Ini Pemanfaatan Mayoritas Laba Bersih APLN

Sekitar 96 persen laba bersih PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tahun 2025 akan dimanfaatkan sebagai pendukung kegiatan usaha Perseroan/foto: capture apln

Jakarta, landbank.co.id– Para pemegang saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memutuskan untuk memanfaatkan sekitar 96 persen laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2025 sebagai pendukung kegiatan usaha.

“Sebesar Rp 107.841.711.070 akan dibukukan menambah saldo laba untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan,” jelas manajemen PT Agung Podomoro Land Tbk dalam pengumuman hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam RUPS Tahunan PT Agung Podomoro Land Tbk di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026 juga memutuskan penggunaan sekitar 4 persen laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

“Sebesar Rp 5.000.000.000 ditetapkan sebagai cadangan untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana telah diubah sebagian dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, dan penggunaan cadangan dimaksud akan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan,” jelas manajemen emiten berkode saham APLN di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Baca juga: Penjualan Rumah Agung Podomoro Land Sentuh Rp1 Triliun

Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih APLN menyentuh senilai Rp112,84 miliar.

Laba bersih APLN itu lebih rendah sekitar 82 persen bila disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya yang sebesar Rp633,86 miliar.

Penurunan laba bersih itu seiring dengan penjualan dan pendapatan usaha Perseroan yang turun sekitar 36 persen pada 2025 dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, penjualan dan pendapatan usaha APLN senilai Rp3,57 triliun, sedangkan setahun sebelumnya masih di level Rp5,58 triliun.

Baca juga: Agung Podomoro Land Membalikkan Keadaan

Penurunan itu dimungkinkan mengingat pada 2024, APLN membukukan pemasukan dari penjualan hotel senilai Rp1,68 triliun, sedangkan tahun 2025 tidak ada penjualan aset hotel.

Pos terkait