Pangsa Pasar Rumah Subsidi BNI Membesar

Pangsa pasar rumah subsidi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyentuh 7,30 persen dalam periode Januari-Juni 2026/foto: landbank.co.id

Realisasi KPR FLPP sepanjang enam bulan pertama 2026 melibatkan 36 bank penyalur yang mencakup bank Himbara, bank swasta, dan bank pembangunan daerah (BPD).

Penurunan realisasi KPR FLPP pada semester pertama 2026 seiring dengan melemahnya realisasi yang ditorehkan oleh para pemain utama penyaluran KPR subsidi tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebut saja misalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang merupakan motor penyaluran KPR subsidi, per akhir Juni 2026, turun 31,11 persen.

Bank pelat merah yang menguasai pangsa pasar KPR FLPP sebanyak 48,50 persen itu harus puas mencatatkan penyaluran KPR FLPP sebanyak 44.388 unit pada semester pertama 2026.

Baca juga: Empat Bulan 2026, Realisasi KPR FLPP Sentuh 16 Persen

Penurunan juga terlihat di penguasa pangsa pasar KPR FLPP syariah, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN). Per akhir Juni 2026, realisasi KPR FLPP BSN turun 4,13 persen.

Anak usaha BTN tersebut menggelontorkan KPR FLPP sebesar Rp2,85 triliun untuk 23.130 rumah subsidi sepanjang enam bulan pertama 2026.

Sekalipun realisasi unit dan nilai FLPP turun, namun penguasaan pangsa pasar BSN justru menanjak, yakni dari  19,94 persen menjadi sebesar 25,27 persen.

Pemain utama penyaluran KPR FLPP yang juga mencatat penurunan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini harus puas mencatat penurunan realisasi FLPP sebesar 28,09 persen.

Baca juga: BNI Salurkan Rp1,22 Triliun untuk Rumah Subsidi FLPP

Di sisi lain, untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi hingga akhir 2026, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah percepatan.

Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan.

Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui berbagai terobosan tersebut, BP Tapera optimistis semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Baca juga: Dapat Kuota KPR FLPP 25 Ribu Unit, Dirut BNI Bilang Begini

(*)

Pos terkait