Anak usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) itu menguasai market share syariah sebesar 84,50 persen atau setara 16.116 unit.
BSN yang menggulirkan pembiayaan senilai Rp1,98 triliun itu juga menorehkan pertumbuhan market share, maklum, pada periode Januari-Mei 2025, pangsa pasar BSN masih bertengger di posisi 79,21 persen.
Untuk periode Januari-Mei 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP BSN tersebar di 183 kabupaten dan kota di 23 provinsi.
Rumah subsidi yang mendapat kucuran FLPP syariah itu terletak di 2.600 perumahan yang dikembangkan oleh 2.723 pengembang properti.
Mereka tergabung di dalam 19 asosiasi developer. Asosiasi yang mendapat kucuran FLPP BSN paling besar adalah Realestat Indonesia (REI), yakni sebanyak 6.756 rumah subsidi setara dengan setara Rp831,91 miliar.
Menurut Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor, pihaknya mendukung penuh program perumahan pemerintah dan berkomitmen memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat.
Baca juga: Rumah Subsidi Syariah Kian Bergairah
“Minat masyarakat terhadap perumahan cukup besar dan sangat kelihatan core fokusnya BSN ini pada FLPP. Kami mendukung program perumahan yang menjadi visi Bapak Presiden Prabowo,” ujar Alex Sofjan Noor, di Jakarta, baru-baru ini.
Bahkan, kata dia, pihaknya menargetkan peningkatan realisasi penyaluran KPR FLPP pada 2026 dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya pada 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah,” kata Alex Sofjan Noor, dikutip dari laman BSN.
Sementara itu, penyalur KPR FLPP syariah terbesar kedua sepanjang Januari-Mei 2026 ditempati oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Pada periode itu BSI menyalurkan sebanyak 1.266 rumah subsidi atau setara sekitar Rp154,81 miliar dengan pangsa pasar 6,64 persen.
Baca juga: Januari-Mei, Realisasi KPR FLPP Turun 34 Persen
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, pernah mengatakan bahwa pihaknya siap ambil bagian dari program strategis Pemerintah yang berupaya menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui penyaluran pembiayaan KPR FLPP.
“Setiap tahunnya, kami berupaya secara optimal untuk menyalurkan kuota yang diberikan kepada BSI karena rumah merupakan kebutuhan dasar untuk hidup yang berkelanjutan,” kata dia dilansir laman BSI.
(*)





