Bekasi Fajar Industrial Estate Lego Lahan Rp265,23 Miliar
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan penjualan tanah sebesar Rp265,23 miliar sepanjang Januari-Juni 2026-landbank.id-mm2100industrialtown.com
Per akhir Juni 2025, BEST membukukan kerugian sekitar Rp58,53 miliar, sedangkan pada semester pertama tahun ini membukukan laba bersih Rp144,33 miliar.
Pada 2026, manajemen BEST pernah menyatakan bahwa penjualan lahan masih menjadi sumber utama pendapatan Perseroan, sedangkan pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income) ditargetkan tetap stabil.
Fokus BEST tahun ini adalah menarik permintaan dari existing tenant dan industri-industri yang tangguh dan berkembang.
Selain itu, mengembangkan bisnis pendapatan berulang baru dan menambah fasilitas yang dapat meningkatkan nilai kawasan dan Perseroan.
BACA JUGA:Landbank BSDE Tumbuh 2 Persen, Siapkan Rp2,51 Triliun Akuisisi Lahan
"Tahun 2026, target penjualan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar," urai manajemen BEST.
Pada 2025, Perseroan mencatat penjualan lahan industri seluas 15 hektare dengan nilai marketing sales Rp422 miliar, didorong oleh sektor makanan dan minuman, logistik/pergudangan, otomotif, dan lainnya.
BEST mengembangkan kawasan industri MM2100 sejak tahun 1990.
Tahun 2020, Kawasan Industri MM2100 terpilih untuk proyek Global EcoIndustrial Park Program (GEIPP) di Indonesia, program yang diinisiasi oleh United Nations of Industrial Development Organizations (UNIDO). GIEPP memilih kawasan industri yang dapat menjadi teladan dalam meningkatkan environment, social, and governance (ESG) kawasan tersebut untuk berkontribusi terhadap komunitas yang berkelanjutan.
Sementara itu, per akhir Juni 2026, BEST mengoleksi aset Rp5,77 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2025 masih bertengger di posisi Rp5,80 triliun.
Penurunan juga terlihat di lini liabilitas, yakni dari Rp1,35 triliun pada akhir 2025 menjadi sekitar Rp1,18 triliun per akhir Juni 2026.
Peningkatan terjadi di sisi ekuitas, yakni menjadi sebesar Rp4,60 triliun pada semester pertama 2026 dari semula Rp4,46 triliun pada akhir 2025.
BACA JUGA:Lippo Group Hibahkan 30 Hektare Lahan Meikarta, Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi
Susunan pemegang saham BEST per akhir Juni 2026 mencakup PT Argo Manunggal Land Development sebesar 48,13 persen dan Nomura Singapore Limited S/A Daiwa House Industri Corporated Ltd 10,00 persen.
Selain itu, para pemegang saham lainnya adalah Hungkang Sutedja 0,07 persen dan masyarakat 41,80 persen.