Kunjungan Wisman Meningkat, Bisnis Hotel Menggeliat

Kunjungan Wisman Meningkat, Bisnis Hotel Menggeliat

Laju kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat, bisnis hotel ikut menggeliat sepanjang semester pertama 2026-landbank.id-kemenpar

Jakarta, landbank.co.id- Laju kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat meningkat sepanjang semester pertama 2026.

Denyut sektor pariwisata itu dinilai turut menggerakkan roda ekonomi nasional, termasuk berimbas kepada bisnis hotel.

Bisnis hotel kecipratan dari geliat sektor pariwisata pada periode enam bulan pertama 2026.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan bahwa peningkatan aktivitas pariwisata juga tercermin dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 48,20 persen pada semester pertama 2026 atau naik 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10 persen, Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen, sedangkan pasar Oseania naik 6,60 persen.

BACA JUGA:Minat Wisman Tetap Kuat, Tembus 6 Juta Kunjungan

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara. Hasil ini sekaligus menunjukkan strategi diversifikasi pasar yang dijalankan Kementerian Pariwisata bersama berbagai pemangku kepentingan berjalan secara efektif.

Tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, kualitas aktivitas wisata juga terus meningkat. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan naik 6,36 persen menjadi sekitar US$1.313.

"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Pertumbuhan sektor pariwisata juga ditopang oleh tingginya mobilitas wisatawan nusantara yang mencapai 630,41 juta perjalanan atau meningkat 2,71 persen dibandingkan Semester I 2025.

Pada saat yang sama, jumlah perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri tercatat 4,46 juta perjalanan atau turun 2,40 persen sehingga Indonesia membukukan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta.

BACA JUGA:Bebas Visa Dongkrak Kunjungan Wisman 

Menurut Menpar, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi yang dijalankan secara adaptif melalui penyesuaian pasar (market pivot), penguatan promosi di negara-negara dengan potensi pertumbuhan tinggi, peningkatan pergerakan wisatawan nusantara, serta pengembangan produk dan destinasi yang semakin berkualitas.

"Capaiannya tidak terjadi dengan sendirinya. Pemerintah terus menjalankan strategi yang adaptif, termasuk melakukan pivot atau penyesuaian pasar, memperkuat promosi ke negara-negara yang masih memiliki potensi pertumbuhan, menjaga pergerakan wisatawan di dalam negeri, serta mengembangkan produk dan destinasi yang semakin berkualitas," kata Menpar Widiyanti.

Capaian tersebut mempertegas peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha, dan mendorong pembangunan di berbagai daerah.

 

Investasi Pariwisata

Di sisi investasi, sektor pariwisata mencatatkan realisasi sebesar Rp39,68 triliun atau meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp12,19 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp27,48 triliun, yang masing-masing tumbuh 37 persen dan 9,39 persen.

BACA JUGA:Kepercayaan Investor Hotel Bali Masih Tinggi

Menurut Menpar, peningkatan investasi tersebut tidak hanya mendorong pembangunan fasilitas pariwisata, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi.

"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," kata Menpar.

Menpar mengatakan, pertumbuhan pariwisata memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen, dengan sektor-sektor yang berkaitan erat dengan pariwisata memberikan kontribusi signifikan.

Lapangan usaha akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen, transportasi dan pergudangan 5,65 persen, jasa perusahaan 5,08 persen, serta jasa lainnya 6,36 persen. Secara keseluruhan, sektor-sektor tersebut menyumbang sekitar 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:Indonesia Bidik Investasi Pariwisata Rp63,5 Triliun 

“Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus," kata Menpar.

 

(*)