Begini Bisnis Properti Adhi Karya Terkini
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatat penurunan pendapatan dari bisnis properti dan hotel (hospitality) sekitar 12 persen pada semester pertama 2026-landbank.id-adhi.co.id
Jakarta, landbank.id- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatat penurunan pendapatan dari bisnis properti dan hotel (hospitality) sekitar 12 persen pada semester pertama 2026.
Merujuk laporan keuangan emiten berkode saham ADHI di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut pada rentang Januari-Juni 2026, pendapatan dari bisnis properti dan hospitality tercatat sebesar Rp154,85 miliar.
Pendapatan bisnis properti dan hospitality itu merupakan akumulasi dari dua anak usaha, yakni PT Adhi Persada Properti (APP) sekitar Rp73,41 miliar dan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) sebesar Rp81,44 miliar.
Sebaliknya, pada enam bulan pertama 2025, pendapatan bisnis hotel dan hospitality ADHI masih bertengger di angka Rp176,56 miliar.
Per akhir Juni 2025, kontribusi PT Adhi Persada Properti terhadap pendapatan properti dan hospitality ADHI sekitar Rp56,04 miliar, sedangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk menyumbang senilai Rp120,52 miliar.
BACA JUGA:Adhi Commuter Properti Percepat Arus Kas Masuk
Mengutip laman ADHI, PT Adhi Persada Properti mengembangkan kawasan gedung bertingkat (high rise building), baik untuk komersial, perkantoran maupun hunian (apartemen), dan hotel.
Selain itu, mengembangkan kawasan hunian yang berkualitas, rumah tapak (landed house), rumah kantor (rukan), rumah toko (ruko) dan pusat perbelanjaan (mall).
Untuk anak usaha lainnya, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk, menggarap proyek pengembangan berorientasi transit (transit oriented development/TOD), yaitu pengembangan properti yang terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek.
Anak usaha yang mengusung kode saham ADCP di Bursa Efek Indonesia ini pada 2026 tercatat menggarap 12 proyek yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Achmad Wachid Abdullah, direktur keuangan PT Adhi Commuter Properti Tbk, kini, pihaknya akan memprioritaskan strategi pemasaran dan penjualan pada unit-unit ready stock yang telah tersedia, mengingat produk tersebut dinilai lebih mudah diserap pasar karena dapat langsung dihuni atau digunakan oleh konsumen tanpa harus menunggu proses pembangunan.
BACA JUGA:ADHI Raup Rp256,65 Miliar dari Bisnis Properti dan Hospitality
“Strategi ini juga bertujuan untuk mempercepat perolehan arus kas dari hasil penjualan, sehingga dapat mendukung kelancaran kegiatan operasional Perseroan secara keseluruhan,” urai Achmad dalam keterbukaan informasi dikutip dari laman BEI, baru-baru ini.
Proyek tersebut mencakup Adhi City Sentul, Adhi City Sentul 2, Cisauk Point, LRT City Bekasi Eastern Green, LRT City Bekasi Timur Green Avenue, dan LRT City Cibubur.
Selain itu, LRT City Ciracas, LRT City Jatibening, LRT City Sentul, LRT City Tebet, Oase Park, dan Grand Central Bogor.
Untuk bisnis hotel, ADHI merangsek pasar antara lain lewat Hotel Grandhika yang dikembangkan oleh ADCP. Hotel Grandhika tersebar di Medan, Jakarta, dan Semarang.
Pendapatan Turun
Sementara itu, total pendapatan ADHI sepanjang Januari-Juni 2026 tercatat mengalami penurunan menjadi Rp3,11 triliun dibandingkan dengan periode sama 2025 yang sekitar Rp3,81 triliun.
Badan usaha milik negara (BUMN) ini memiliki empat sumber pendapatan, termasuk properti dan hospitality, sepanjang enam bulan pertama 2026.
BACA JUGA:ADHI Lunasi Obligasi
Pendapatan utama ADHI pada semester pertama 2026 masih bertumpu pada segmen teknik dan konstruksi yang menyetor sekitar Rp2,65 triliun.
Segmen teknik dan konstruksi membukukan penurunan pendapatan, mengingat per akhir Juni 2025 masih bertengger di angka Rp3,12 triliun.
Di lini manufaktur juga menorehkan penurunan pendapatan dari semula Rp383,27 miliar menjadi sekitar Rp166,46 miliar.
Sumber pendapatan ADHI yang membukukan peningkatan datang dari lini investasi dan konsesi yang naik dari Rp136,15 miliar menjadi Rp138,44 miliar.
Sekalipun mencatat penurunan pendapatan, laba bersih ADHI naik dari semula Rp7,54 miliar pada semester pertama 2025, menjadi senilai Rp8,49 miliar per akhir Juni 2026.
BACA JUGA:Adhi Commuter Properti Genjot Bisnis Komersial
(*)