DMAS Buka Kartu Kenapa Jadi Incaran Data Center
Di jantung kawasan industri GIIC, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) telah mengembangkan Zona Data Center dengan luas sekitar 300 hektare sejak tahun 2021-landbank.id-dmas
Jakarta, landbank.id- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membeberkan sejumlah faktor yang membuat kawasan industri yang dikembangkannya menjadi incaran investor pusat data (data center).
Emiten berkode saham DMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengusung Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas untuk menjaring investor data center.
Manajemen DMAS menyebutkan sejumlah faktor yang menjadi daya pikat itu mencakup ketersediaan sejumlah infrastruktur berteknologi tinggi seperti pasokan listrik dengan layanan premium dan instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang andal.
Kemudian, looping sistem pada ketersediaan air bersih maupun air daur ulang, serta pusat komando keamanan.
Bejibunnya fasilitas itu diyakini membuat semakin banyak permintaan akan lahan industri di kawasan GIIC Kota Deltamas yang berasal dari industri data center.
BACA JUGA:Begini Dividen DMAS Lima Tahun Terakhir
“Dalam pipeline kami sekitar 70 persen dari 85 hektare permintaan lahan industri, berasal dari segmen data center,” kata Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
Mengutip Laporan Tahunan DMAS 2025, anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ini mengaku bahwa di sisi kawasan industri, Perseroan tetap menangkap peluang pertumbuhan yang muncul, khususnya dari sektor berbasis teknologi seperti data center yang didorong oleh tren transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Untuk mendukung hal tersebut, Perseroan mengarahkan kebijakan strategis pada percepatan kesiapan infrastruktur, termasuk penyediaan kapasitas listrik dan air yang memadai, sehingga dapat memenuhi kebutuhan investor yang semakin spesifik dan berskala besar.
Di jantung kawasan industri GIIC, Perseroan telah mengembangkan Zona Data Center dengan luas sekitar 300 hektare sejak tahun 2021.
Kawasan ini didukung infrastruktur berteknologi tinggi seperti jaringan serat optik dan pasokan listrik premium 993 MVA dari PLN.
BACA JUGA:Penjualan Lahan Puradelta Lestari (DMAS) Naik Sekitar 24 Persen
Hingga akhir 2025, tingkat serapan lahannya melampaui 80 persen dan menjadi rumah bagi 15 tenant pusat data, termasuk PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Pusat Data Nasional Kementerian Kominfo, serta operator data center tier-4 dari berbagai negara, yakni Singapura, Malaysia, China, Korea, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat.
Motor Prapenjualan
Sementara itu, permintaan lahan industri menjadi motor prapenjualan DMAS sepanjang semester pertama 2026.
Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas itu meraih prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun pada semester pertama tahun 2026.
Torehan sepanjang enam bulan pertama 2026 itu sekitar 55 persen dari target prapenjualan DMAS tahun ini yang dipatok sebesar Rp2,08 triliun.
BACA JUGA:Data Center Sumbang 60 Persen Penjualan Lahan Industri Puradelta Lestari
Target prapenjualan DMAS tahun 2026 lebih besar sekitar 15 persen bila dibandingkan dengan target setahun sebelumnya yang senilai Rp1,81 triliun.
“Pada semester pertama tahun 2026, perolehan prapenjualan Perseroan terutama berasal dari penjualan lahan industri,” papar Tondy Suwanto.
Selain itu, prapenjualan Perseroan tahun ini didukung pula oleh penjualan produk hunian serta produk komersial di Kota Deltamas, yang berlokasi di Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.
Kota Deltamas memiliki luas area pengembangan sekitar 3.200 hektare.
Perseroan berkomitmen untuk tetap mengupayakan layanan terbaik bagi konsumennya dan mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersialnya untuk mewujudkan misi jangka panjang Perseroan dalam mengembangkan Kota Deltamas.
Proyek itu didapuk sebagai sebuah kawasan terpadu modern dan ramah lingkungan serta sebagai pusat regional di timur Jakarta. Selain itu, dikembangkan untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.
BACA JUGA:Faktor Penting Membangun Data Center di Perkotaan
Pemegang saham mayoritas dan pengendali DMAS adalah PT Sumber Arusmulia (57,28 persen), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, pengembang terkemuka di Indonesia.
Selain itu, pemegang saham yang cukup besar lainnya adalaha Sojitz Corporation (25,00 persen), perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia
(*)