Tak Sekadar Kunci, BTN Serahkan 30 Rumah dan SHM untuk Para Pahlawan
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) serahkan 30 rumah beserta SHM untuk pahlawan dan keluarga pahlawan.--BTN
Jakarta, landbank.co.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyerahkan 30 unit rumah layak huni bagi para pejuang dan keluarga pahlawan melalui program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI).
Penyerahan rumah tersebut menjadi bagian dari komitmen BTN dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, program Rumah Cahaya menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para pahlawan kepada Indonesia.
Menurutnya, perhatian terhadap sektor perumahan tidak hanya berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mencakup penyediaan hunian yang layak bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” ujar Nixon.
Nixon menambahkan, sebanyak 30 unit rumah layak huni beserta Sertifikat Hak Milik (SHM) diberikan kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan.
Menurutnya, pemberian SHM menjadi bagian penting dari program tersebut karena memastikan rumah yang diterima benar-benar menjadi milik penerima dan dapat menjadi aset bagi keluarga.
“Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Komitmen BTN terhadap penyediaan hunian layak juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan dan renovasi rumah sosial.
Nixon menuturkan, sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi sebanyak 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi BTN dalam memperluas akses terhadap hunian yang layak sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan,” pungkas Nixon.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masih terdapat masyarakat Indonesia yang belum memiliki hunian layak, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.
“Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini,” ujar Hashim dalam Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8).
Program Rumah Cahaya tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara yayasan, pemerintah, dan sektor usaha dalam memberikan hunian yang lebih layak kepada penerima manfaat.
Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengapresiasi inisiatif Rumah Cahaya yang dinilainya menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan hunian layak.
Menurut Maruarar, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan perumahan di Indonesia. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh hunian yang layak.
“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon karena program ini tepat sasaran,” ujar Maruarar.
Ia menilai program Rumah Cahaya memiliki makna penting karena penerimanya merupakan para pahlawan bangsa yang telah berjasa melalui berbagai bidang, baik dalam perjuangan maupun olahraga.
“Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi,” katanya.
Mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia, Rully Nere, turut mengapresiasi pemberian rumah melalui program tersebut.
Menurutnya, perhatian terhadap para atlet melalui penyediaan hunian layak menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi mereka kepada Indonesia. Dukungan tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berprestasi di bidang olahraga.
“Saya sangat mengapresiasi pemberian rumah ini. Ini menunjukkan bahwa atlet yang sudah berjasa untuk Indonesia masih dihargai dan diperhatikan. Saya berharap perhatian seperti ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani memilih jalan sebagai atlet dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Rully.
(*)