Lippo Malls Berharap Jadi Katalisator Ekonomi Kreatif

Kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Lippo Malls Indonesia dinilai akan memerkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia/foto: kementerian ekraf

Jakarta, landbank.co.id– Kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Lippo Malls Indonesia dinilai akan memerkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.

Bagi Kementerian Ekraf, kolaborasi dengan Lippo Malls Indonesia juga untuk mengoptimalisasi pengembangan program ekonomi kreatif sepanjang tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Sinergi antara Kementerian Ekraf dan Lippo Malls ini difokuskan pada penguatan ekosistem melalui pengembangan talenta, perluasan akses pasar, hingga pendayagunaan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal.

“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” papar Wamen Ekraf Irene Umar dalam siaran pers dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.

Baca juga: Dari Lippo Mall Nusantara Mencuat Peran Penting Perempuan di Industri Kreatif

Dia menegaskan, pusat perbelanjaan dapat menjadi ruang bertemunya talenta kreatif, komunitas, industri, dan masyarakat sehingga karya kreatif Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang dan memberikan nilai tambah ekonomi.

Dalam pertemuan Wamen Ekraf dengan tim Lippo Malls Indonesia di Autograph Tower, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026 disepakati rencana kolaborasi yang akan diimplementasikan melalui serangkaian aktivasi kreatif pada Agustus dan Oktober 2026.

Program ini dirancang untuk memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lintas subsektor guna menampilkan karya, membangun jejaring, hingga mengeksplorasi peluang komersialisasi.

Wamen Ekraf menekankan bahwa aktivasi ini harus berorientasi pada ekosistem jangka panjang.

Baca juga: 414 Mal Dukung Wisata Belanja, Target Omzet Rp30 Triliun

Oleh karena itu, kurasi yang ketat, kolaborasi antarmerek lokal, pelibatan komunitas, hingga strategi promosi yang tajam menjadi elemen krusial agar kegiatan tersebut berdampak nyata bagi para pegiat ekraf.

Pos terkait