Jakarta, landbank.co.id– Bali masih menjadi incaran para pelaku bisnis hotel. Pada 2026, setidaknya ada lima properti hotel yang diprediksi masuk ke Pulau Dewata itu.
Mengutip data Colliers Indonesia, kelima hotel itu berkapasitas 610 kamar, sedangkan dari sisi kelas mencakup satu hotel bintang tiga dan empat bintang lima.
Satu dari lima hotel tersebut yakni Alaya Suites Ubud telah merangsek Bali pada kuartal pertama 2026. Hotel bintang lima itu mengusung 70 kamar. (lihat daftar di halaman 2)
Kelima hotel tersebut bagian dari 1.623 kamar yang akan merangsek Bali sepanjang tahun 2026 hingga 2029.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta
Di sisi lain, pada kuartal pertama tahun 2026, pembukaan hotel baru hasil rebranding menegaskan kepercayaan investor terhadap fundamental pariwisata jangka panjang di Bali.
Masih mengutip data Colliers Indonesia, Hotel hasil rebranding itu adalah Paradisus by Melia Bali yang semula bernama Hotel Melia Bali. Hotel bintang lima ini terletak di kawasan ITDC Bali, Nusa Dua dengan kapasitas 70 kamar.
Di tengah tantangan jangka pendek, Bali tetap menarik investasi pada aset perhotelan kelas atas.
Pulau ini tetap menjadi destinasi utama untuk pengembangan hotel mewah, dengan tambahan sekitar 1.623 kamar hotel bintang lima yang diperkirakan selesai antara tahun 2026 hingga tahun 2029.
Baca juga: Tujuh Hotel Baru akan Merangsek Pasar Bali
Konsep kemewahan juga terus mengalami perubahan. Kemewahan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh skala proyek atau klasifikasi bintang, tetapi semakin dipengaruhi oleh unsur eksklusivitas, personalisasi, dan pengalaman yang ditawarkan.
Pengembangan proyek baru mulai menekankan aspek wellness, suasana layaknya tempat peristirahtan (retreat), serta pengalaman yang dirancang secara khusus bagi tamu.
Konsep ini terutama menarik bagi wisatawan generasi milenial dan Gen Z yang lebih mengutamakan pengalaman perjalanan yang bermakna, autentik, dan mendalam.
Baca juga: Mengintip Celah Bisnis Hotel di Bali
Dalam lingkungan yang semakin dinamis, hotel yang mampu menunjukkan kelincahan operasional, posisi pasar yang kuat, serta penawaran berbasis pengalaman akan berada pada posisi terbaik untuk mempertahankan kinerja dan menangkap peluang baru.





