Begini Tarif Sewa Ruang Perkantoran Jakarta pada 2026

Bisnis ruang perkantoran di Jakarta menggeliat sepanjang kuartal pertama 2026, sebaliknya tarif sewa relatif stabil/foto: landbank.co.id

Bangunan di area ini harus tetap kompetitif untuk menarik penyewa, terutama karena mereka bersaing dengan bangunan di CBD.

“Ke depan, rata-rata harga sewa yang diminta diperkirakan tumbuh sekitar 3 persen hingga 4 persen per tahun hingga 2029, kenaikan bertahap yang menandakan meningkatnya kepercayaan pemilik properti dan pasar yang terus bergerak ke arah pertumbuhan yang lebih sehat,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.

Bacaan Lainnya

Bangunan yang menggabungkan kualitas, konektivitas, dan ketentuan sewa yang tepat berada pada posisi terbaik untuk memimpin pergerakan naik ini.

 

Terus Menggeliat

Sementara itu, pasar perkantoran di Jakarta, baik di CBD maupun di luar CBD, mulai menggeliat sepanjang Januari-Maret 2026.

Baca juga: Tanpa Gedung Baru, Pasar Kantor Jakarta Tetap Bergairah

Geliat kawasan yang memiliki total pasokan perkantoran sekitar 11,3 juta meter persegi (m2) ini tercermin antara lain oleh merangkaknya tingkat hunian pada kuartal pertama 2026.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, radar konsultan properti Colliers Indonesia merekam ada tiga faktor yang membuat pasar perkantoran memberi sinyal pemulihan.

Ketiga faktor yang mendorong pemunculan sinyal pemulihan itu, mengutip riset Colliers Indonesia, terdiri atas meningkatnya aktivitas relokasi penyewa.

Lalu, tarif sewa yang relatif stabil dan pasokan yang terbatas sehingga diharapkan dapat memperkecil celah antara pasokan dan permintaan.

“Berbeda dengan siklus sebelumnya yang sebagian besar didorong oleh perpanjangan sewa, permintaan pada awal tahun 2026 lebih banyak ditandai oleh aktivitas relokasi dan ekspansi ruang kantor,” ujar Ferry Salanto, head of Research Colliers Indonesia, baru-baru ini.

Dia menambahkan, perusahaan semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas ruang kerja, meningkatkan efisiensi, atau mempertimbangkan ruang kantor di gedung yang lebih modern setelah menempati lokasi yang sama dalam jangka waktu yang panjang.

Baca juga: Ruang Kantor Kosong di Jakarta Tembus 2 Juta Meter Persegi

“Hingga kuartal pertama 2026, tingkat hunian tercatat 75,5 persen, meskipun moderat namun mencerminkan pemulihan yang berkelanjutan dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025,” jelas Ferry Salanto.

 

(*)

Pos terkait