Secara nasional, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, pernah mengatakan bahwa terdapat potensi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$84 miliar (sekitar Rp 1.362 triliun) dari pariwisata kesehatan di Indonesia, sehingga menjadi peluang bagi investor yang mau berinvestasi.
Kapasitas Resor
Dirancang dengan kepadatan bangunan yang sangat rendah (low-density) untuk menjaga kemewahan ruang dan privasi mutlak, Vasa Ubud akan menghadirkan 41 unit private luxury villas dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran sangat luas mulai dari 48 m².
Kompleks properti ini ditargetkan selesai dalam waktu 30 bulan, sekaligus memperkuat portofolio aset premium dari RISE.
Secara narasi arsitektur, properti ini mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod, yang memaknai perjalanan spiritual manusia dari gunung (sumber kesucian) menuju laut.
Baca juga: Melirik Bali Sang Destinasi Wisata Wellness Kelas Dunia
Bangunan utama, The Sanctuary, ditempatkan dengan anggun di titik tertinggi kawasan, sementara elemen air mengalir puitis membelah lanskap tebing menuju lembah, menciptakan simfoni alam yang menenangkan.
Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang hidup harmonis bersama alam.
Vila-vila mewah dibangun dengan sistem terasering, lengkap dengan vegetasi organik pada atapnya (green roof) yang menyatu sempurna dengan kontur sawah khas Ubud.
Properti ini juga akan dilengkapi fasilitas ultra-luxury yang siap menantang standar tertinggi industri saat ini, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung, hingga fasilitas helipad pribadi.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta
Sementara itu, keunikan arsitektur Vasa Ubud tercermin melalui konsep koridor pejalan kaki serta memberikan pengalaman magis menyusuri pemandangan dengan panorama visual yang berubah di setiap sudut.
Fasad bangunan menggunakan batu berundak modern yang terinspirasi dari formasi pilar monumental tradisional Bali.
Lebih dari sekadar akomodasi mewah, properti ini menerapkan prinsip sustainable design yang progresif, termasuk revitalisasi total saluran air alami di tengah kawasan, pemakaian solar panel, sistem daur ulang sirkulasi air cerdas antarkolam, serta pemanfaatan tanaman organik mikro pada atap bangunan.
“Di Ubud, kami tidak sekadar membangun akomodasi mewah; kami sedang mengukir ‘legacy’-sebuah wadah di mana kemewahan modern tunduk pada keindahan alam dan kearifan lokal. Vasa Ubud dirancang untuk menjadi tolok ukur baru bagi ‘transformative luxury’ dunia,” urai manajemen RISE.
Baca juga: RISE Ingin Beri Nilai Tambah Jangka Panjang
Melalui komitmen keberlanjutan lingkungan, penciptaan lapangan kerja yang masif bagi masyarakat lokal, serta kurasi pengalaman menginap yang sangat autentik, Vasa Ubud siap berdiri tegak sebagai ikon baru pariwisata premium Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham RISE.
(*)





