RISE Targetkan Vasa Ubud Rampung 30 Bulan

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) alias Tanrise Property menargetkan pembangunan proyek resor Vasa Ubud, Bali senilai Rp1 triliun rampung dalam 30 bulan/foto: capture rise

Jakarta, landbank.co.id– PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) alias Tanrise Property menargetkan pembangunan proyek resor Vasa Ubud, Bali senilai Rp1 triliun rampung dalam 30 bulan.

Emiten berkode saham RISE di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek Vasa Ubud Jumat, 17 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan Vasa Ubud sebagai langkah ekspansi masif dari Perseroan dan pengembangan proyek ini merupakan bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan sesuai dengan strategi bisnis jangka Panjang Perseroan,” urai Go Herliani Prayogo, corporate secretary PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dalam keterangan tertulis kepada Otoritas Bursa dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh jajaran direksi VASA dan manajemen RISE, bersama konsorsium profesional papan atas yang bersinergi dalam pembangunan, di antaranya PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama.

Baca juga: Potensi Wisata Kesehatan US$84 Miliar

Lalu, Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape Consultant), Hadiprana (Interior & Lighting Consultant), Benjamin Gideon & Associates (Structural Engineer), Makesthi Enggal Engineering (MEP Consultant), serta Rekagriya (Quantity Surveyor).

Berdiri di atas lahan suci seluas 70.391 meter persegi (m2) atau 7,39 hektare, Vasa Ubud berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung, Ubud.

Kehadiran proyek berskala global yang menelan total investasi sebesar Rp1 triliun ini dinilai menjadi bukti nyata dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing di level tertinggi.

Selain itu, Vasa Ubud juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi serta wisata kesehatan dan kebugaran (wellness tourism) kelas dunia di Bali.

Baca juga: 2026, Tanrise Property Operasikan Solaris Villa

Maklum, Bali merupakan primadona destinasi wellness tourism kelas dunia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pernah menyatakan bahwa 23 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali datang untuk wellness tourism.

Tahun 2024, kunjungan wisman ke Bali menyentuh 6,34 juta kunjungan, sedangkan tahun 2025 sekitar 7,05 juta kunjungan.

Pos terkait