Penjualan 2026
Tren positif terus berlanjut. Pada dua bulan pertama tahun 2026, SIG berhasil mencatatkan peningkatan penjualan domestik sebesar 9,7 persen, di mana pertumbuhan yang cukup signifikan terjadi di segmen semen kantong sebesar 14,6 persen.
Indrieffouny Indra menjelaskan, capaian kinerja positif di pembuka tahun menjadi pijakan kokoh bagi SIG untuk melalui tahun 2026 dan memperkuat optimisme pada keberlanjutan strategi transformasi yang berfokus pada penguatan model bisnis semen, efisiensi biaya, percepatan pertumbuhan ekosistem bisnis derivatif dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan sumber daya Perusahaan.
”Kami yakin bahwa SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” ujar Indrieffouny Indra.
Baca juga: Produsen Semen Ini Siap Guyur Dividen Tunai Rp372,54 Miliar
“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang. Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” tambah Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dikutip dari laman SIG.
Dia menambahkan, SIG optimis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi. Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
”SIG menargetkan untuk mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” jelas Vita Mahreyni.
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah).
Baca juga: Produsen Semen Ini akan Buyback Saham Rp300 Miliar
Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia ini bertujuan untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.
(*)




