Jakarta, landbank.co.id– Produsen semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG mengantongi pendapatan Rp35,24 triliun pada 2025.
Raihan itu dinilai tak terpisahkan dari transformasi yang digulirkan sejak semester kedua 2025 oleh produsen semen yang mengusung kode saham SMGR di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu.
Transformasi yang digulirkan oleh sang produsen semen itu berfokus pada tiga strategi utama, antara lain optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
”Transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif. Kinerja Perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” jelas Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dilansir laman SIG.
Mengutip laporan keuangan SMGR, pendapatan badan usaha milik negara (BUMN) itu turun sekitar 3 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya yang sebesar Rp36,19 triliun.
Baca juga: Produsen Semen Ini Narik Cuan Rp1,71 Triliun dari Pasar Indonesia
Menurut manajemen SMGR, permintaan semen domestik tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen year on year (yoy), turut berdampak pada penurunan penjualan domestik SIG. Namun begitu, SIG mampu menunjukkan kemampuannya untuk pulih lebih kuat. Sepanjang tahun 2025, SIG mencatatkan volume penjualan sebanyak 37,93 juta ton.
Salah satu indikator perbaikan signifikan yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada kuartal IV tahun 2025 yang berkontribusi pada total volume penjualan yang tumbuh 1,1 persen yoy.
Capaian ini dinilai membuktikan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi.
Secara umum pada semester kedua 2025 sejak menjalankan strategi transformasi bisnis, SIG terus mengalami tren kenaikan penjualan dari kuartal III ke kuartal IV.
Bahkan, pada kuartal IV, volume penjualan semen kantong SIG tumbuh pesat sebesar 5,7 persen yoy, secara signifikan melampaui pasar yang hanya tumbuh 2 persen yoy.
Baca juga: Ini Kata SIG Soal Semen Domestik dan Program Tiga Juta Rumah
Di sisi lain, penjualan ekspor turut menjadi pilar penting dalam mendukung total volume SIG di tengah melemahnya permintaan domestik. Volume ekspor meningkat secara signifikan sebesar 14,9 persen yoy hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.




