“Konektivitas berperan dalam mentransformasi nilai aset real estat. Gedung kantor yang terintegrasi dengan infstruktur transportasi menunjukkan daya tarik permintaan yang lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” tutur Bagus Adikusumo, head of Office Services Colliers Indonesia.
Riset Colliers Indonesia menyebutkan bahwa salah satu pendorong utama permintaan perkantoran di Jakarta adalah aksesibilitas, yang semakin melampaui berbagai pertimbangan lainnya.
Lalu, gedung perkantoran di Jakarta yang memiliki akses ke MRT dan LRT tingkat okupansinya lebih tinggi berkisar 8 persen hingga 9 persen dibandingkan dengan yang tidak memiliki konektivitas tersebut.
Kemudian, konektivitas yang kuat antara gedung perkantoran di Jakarta dan jaringan transportasi terintegrasi mendukung prioritas utama penyewa.
Selain itu, sinkronisasi antara simpul transportasi dan klaster perkantoran di Jakarta menciptakan “connectivity premium”.
Baca juga: Begini Tingkat Hunian Gedung Perkantoran di Jalur MRT Jakarta
Implikasinya tidak hanya terbatas pada aspek kenyamanan. Ketersediaan akses terhadap jaringan transportasi terintegrasi, berkontribusi pada peningkatan produktivitas, pengurangan tingkat stres diperjalanan, serta mendukung retensi karyawan, yang merupakan faktor semakin penting dalam lingkungan persaingan talenta yang kompetitif.
Bagi gedung kantor yang berada di luar koridor utama transportasi, penerapan strategi adaptif menjadi semakin krusial.
Pemilik gedung dapat meningkatkan daya saing melalui cara seperti strategi harga yang kompetitif, penyediaan layanan antar-jemput ke simpul transit, peningkatan fasilitas, serta penyediaan opsi ruang kerja yang fleksibel.
Baca juga: Okupansi Perkantoran di CBD Jakarta 75 Persen
Konektivitas kini telah berkembang dari fitur pendukung menjadi salah satu karakteristik utama keberhasilan suatu gedung perkantoran. Seiring dengan berkembangnya sistem transportasi Jakarta, aksesibilitas diperkirakan terus menjadi salah satu pendorong utama permintaan pada masa mendatang.
(*)





