Jakarta, landbank.co.id– Seiring mengejar pertumbuhan pendapatan 20 persen pada 2026, PT Murni Sadar Tbk (MTMH) atau Murni Teguh Hospital, saat ini, mengembangkan enam proyek rumah sakit.
Pengembangan yang dilakukan oleh PT Murni Sadar Tbk mencakup pembangunan rumah sakit baru dan penambahan kapasitas.
Mengutip paparan publik PT Murni Sadar Tbk, enam proyek pengembangan yang tengah digulirkan oleh Perseroan adalah Murni Teguh Gama City, Murni Teguh Ciledug, Murni Teguh Susanna Wesley, Murni Teguh Eria, Murni Teguh Horas Insani, dan Murni Teguh Rosiva.
“Memang saat ini kami memiliki cukup banyak proyek pengembangan,” jelas manajemen emiten berkode saham MTMH di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam paparan publik, baru-baru ini.
Baca juga: Pemilik Mayapada Hospital Kantongi Pendapatan Rp3,14 Triliun
Namun, tambah manajemen MTMH, proyek-proyek tersebut tidak semuanya berjalan secara bersamaan, melainkan dilakukan secara bertahap dan paralel sesuai dengan kesiapan masing-masin rumah sakit.
“Saat ini, beberapa proyek telah memasuki tahap akhir penyelesaian, seperti RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley dan RS Murni Teguh Ciledug,” urai manajemen MTMH.
Dengan semakin dekatnya penyelesaian proyek-proyek tersebut, manajemen MTMH berharap kontribusi terhadap pendapatan dan profitabilitas dapat mulai terealisasi dan mendukung pengembangan proyek lainnya.
Dari sisi pendanaan, jelas manajemen MTMH, pihaknya menkombinasikan arus kas operasional dan fasilitas perbankan yang telah direncanakan secara hati-hati, dengan tetap mempertimbangkan kondisi suku bunga saat ini serta menjaga struktur likuiditas tetap sehat.
Baca juga: Tiga Rumah Sakit yang Dibangun Emiten Ini Diresmikan Presiden
“Prioritas kami adalah menyelesaikan proyek yang paling siap beroperasi agar dapat mendukung pendanaan lanjutan proyek lainnya, sehingga pertumbuhan tetap berjalan sejalan dengan kemampuan keuangan Perusahaan,” tutur manajemen Murni Teguh Hospital.
Tahun lalu, MTMH menambah rumah sakit baru, dan dua tahun sebelumnya juga terdapat penambahan rumah sakit baru.
Rumah sakit baru pada umumnya membutuhkan waktu untuk mencapai tahap stabilisasi operasional, sehingga dinamika kinerja yang terlihat saat ini masih merupakan hal yang wajar dalam fase pertumbuhan tersebut.
Baca juga: Primaya Hospital Bidik Pertumbuhan Pendapatan 20 Persen
Penambahan kapasitas tempat tidur juga dilakukan MTMH karena beberapa rumah sakit sebelumnya telah mencapai tingkat BOR di atas 80 persen.





